FIK UI Hadirkan Solusi Lewat Program "AYEM TENTREM" untuk Tekan Risiko Kerentanan Lansia

Diposting di:

30 Juli 2026

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) melalui Klaster Active Aging and Lifelong Wellness kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program “AYEM TENTREM: Edukasi dan Pendampingan Lansia dalam Optimalisasi Kualitas Tidur dan Pengendalian Nyeri untuk Menurunkan Risiko Frailty.”

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, populasi lansia di Indonesia telah mencapai 11,93 persen atau 41,1 juta jiwa, dan diproyeksikan melonjak hingga 20,9 persen atau 72,03 juta jiwa pada tahun 2050. Fenomena ageing population ini menghadirkan tantangan besar dalam menjaga kualitas hidup lansia, mengingat proses penuaan kerap disertai penurunan fisik serta munculnya sindrom geriatri seperti frailty atau kerentanan. Kondisi ini ditandai dengan penurunan berat badan, kelelahan, kelemahan otot, serta rendahnya aktivitas fisik yang berisiko memicu jatuh, hospitalisasi, hingga penurunan fungsi tubuh.

Menjawab tantangan tersebut, FIK UI hadir membawa solusi komprehensif melalui program berbasis preventif yang berkolaborasi dengan Posyandu Piranha dan UPTD Puskesmas Depok Utara. Rangkaian kegiatan yang diketuai oleh Dr. Ns. Dikha Ayu Kurnia, M.Kep., Sp.Kep.MB, bersama anggota tim Hening Pujasari, S.Kp., M.N., Ph.D dan Ns. Dwi Nurviyandari, S.Kep., M.N., Ph.D, ini dikemas secara terpadu dalam tiga sesi utama sepanjang bulan Juli 2026.

Rangkaian solusi terpadu program AYEM TENTREM ini diawali pada Sesi 1 tanggal 10 Juli 2026. Kegiatan yang diresmikan oleh Ketua Puskesmas Depok Utara, drg. Siti Muhimatul Munawaroh, M.K.M, tersebut dimulai dengan pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah, serta skrining komprehensif menggunakan instrumen Geriatric Pain Measure (GPM), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan Frail Scale. Diikuti oleh 70 lansia, sesi ini memberikan penyuluhan mendalam mengenai dampak nyeri kronik terhadap kualitas tidur sebagai langkah awal pemetaan kesehatan warga.

Sebagai upaya memastikan keberlanjutan program di masyarakat, rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Sesi 2 tanggal 17 Juli 2026 dengan memberikan pembekalan khusus kepada 50 kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Depok Utara. Sejumlah pakar dihadirkan untuk membekali para kader dengan pendekatan non-farmakologis, di mana Ns. Utami Rachmawati, M.Kep., Sp.Kep.Kom. memaparkan materi tentang perubahan normal pada tubuh lansia, Dr. Ns. Dikha Ayu Kurnia, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.M.B. memberikan pelatihan mengatasi nyeri dengan teknik relaksasi, Hening Pujasari, S.Kp., M.Biomed., M.A.N.P., Ph.D. membagikan tips menjaga kebersihan tidur atau sleep hygiene untuk mengatasi sulit tidur, serta Ns. Dwi Nurviyandari Kusuma Wati, S.Kep., M.N., Ph.D. membimbing strategi dalam mendampingi lansia berolahraga secara aman.

Melanjutkan intervensi fisik untuk melawan kerapuhan, Sesi 3 dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2026 dengan fokus pada praktik latihan penguatan otot atau resistance training menggunakan karet elastis atau resistance band serta teknik pernapasan dalam. Dipandu oleh instruktur senam Ns. Susana, M.Kep., Sp.Kep.Kom. dan Ns. Dominikus selaku mahasiswa Magister Gerontik FIK UI, sebanyak 35 lansia antusias mempraktikkan gerakan fungsional seperti tarikan dada, rotasi luar bahu, angkat lengan ke samping, dorongan dada, hingga dorongan kaki. Teknik napas dalam juga diajarkan langsung oleh Dr. Ns. Dikha Ayu Kurnia, M.Kep., Sp.Kep.MB guna membantu mengelola nyeri kronis secara mandiri di rumah.

Melalui sinergi yang erat antara akademisi FIK UI, tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Depok Utara, kader, dan masyarakat, program “AYEM TENTREM” terbukti menjadi solusi aplikatif yang efektif. Diharapkan, rangkaian kegiatan ini mampu membekali para lansia dan kader posyandu untuk terus menjaga kekuatan otot, meningkatkan kualitas tidur, serta mengendalikan nyeri secara mandiri demi mewujudkan lansia Depok yang sehat, bugar, dan berkualitas hidup tinggi.

Bagikan artikel ini:

id_ID