Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia atau FIK UI memperluas penetrasi riset global di bidang keperawatan onkologi dan sains implementasi. Langkah tersebut diwujudkan lewat kolaborasi akademik intensif melalui rangkaian visiting professor bersama dua guru besar terkemuka dari Fudan University, China, yakni Prof Hu Yan dan Prof Changrong Yuan, di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Senin (1/6/2026) hingga Jumat (5/6/2026).
Kolaborasi bilateral ini berfokus pada translatibilitas riset laboratorium ke dalam praktik klinis masyarakat, khususnya melalui studi implementasi multisenters terkait penanganan gejala muskuloskeletal pada pasien kanker payudara yang menjalani terapi endokrin.
Rangkaian agenda ilmiah diawali pada Senin (1/6) pagi melalui kuliah umum pascasarjana yang dipimpin oleh Prof Hu Yan mengenai integrasi bukti ilmiah ke dalam praktik keperawatan dengan tajuk How to implement evidence-based into practice. Kuliah ini diikuti oleh mahasiswa program magister dan doktor ilmu keperawatan FIK UI. Secara paralel, Prof Changrong Yuan memaparkan peta jalan penelitian keperawatan kontemporer, disusul forum diskusi riset mendalam pada siang harinya di Gedung Pendidikan dan Laboratorium FIK UI.
Dekan beserta jajaran pimpinan dan tim peneliti FIK UI menggelar pertemuan strategis pada Selasa (2/6) di Ruang Rapat 212 Gedung RIK UI. Forum tersebut mematangkan cetak biru pengembangan JBI Indonesia Nursing Center, sebuah pusat keperawatan berbasis bukti yang diproyeksikan menjadi episentrum standardisasi layanan keperawatan nasional.
Pada kesempatan lainnya, Prof Changrong Yuan memberikan pengajaran komparatif mengenai pengalaman emosional dan fisik pasien onkologi. Pada Rabu (3/6), Prof Yuan memperluas diseminasi keilmuannya bersama tiga kluster riset unggulan FIK UI, meliputi Klaster Smart Nursing for Leadership, Informatics, and Management Excellence, Klaseter Philosophy, Fundamentals, and Basic Science in Nursing, serta Klaster Ethno-Nursing and Cultural Care.
Sementara itu, Prof Hu Yan memimpin dua lokakarya beruntun yang mengupas tuntas intervensi pencegahan Infeksi Aliran Darah Primer akibat pemasangan kateter vena sentral (CLABSI prevention). Isu ini krusial mengingat infeksi nosokomial masih menjadi tantangan besar di ruang rawat intensif dan onkologi berbagai rumah sakit di Indonesia.
Pada Kamis (4/6), fokus diskusi beralih ke perencanaan putaran kedua proyek Assessment and Implementation of Musculoskeletal Symptoms Management (AIMSS) serta program pengendalian berat badan bagi pasien pasca-kemoterapi. FIK UI bersama Fudan University juga melibatkan Kluster Riset Chronic and Palliative guna menyusun skema pendampingan holistik bagi pasien stadium lanjut.
Guna memastikan hilirisasi riset berjalan di tingkat praktisi, kedua pakar bersama tim FIK UI menjadwalkan kunjungan lapangan ke Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, Jumat (5/6). Di rumah sakit pusat rujukan kanker nasional tersebut, akan dipaparkan inovasi bertajuk “Digital Health Innovation for Breast Cancer Symptom Management: The AIMSS Study as an Implementation Example” di hadapan jajaran manajemen dan perawat klinis.
Hubungan bilateral ini direncanakan bermuara pada kesepakatan formal jangka panjang yang mencakup program pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, serta penelitian transnasional bersama. Langkah ini diharapkan mampu mengakselerasi kompetensi perawat Indonesia di kancah global.