Penyakit kanker hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global terberat yang tidak hanya menguras fisik, tetapi juga berdampak mendalam pada aspek psikologis, emosional, dan spiritual penderitanya. Dalam perjalanan penyakit yang berat ini, pasien kanker sering kali mengalami penurunan kesejahteraan spiritual, menghadapi keluhan gejala yang kompleks, serta mengalami penurunan kualitas hidup secara signifikan. Di sisi lain, keluarga sebagai unit pendukung utama (caregiver) kerap merasa bingung dan kurang terbekali dalam memberikan pendampingan spiritual yang holistik dan terstruktur bagi anggotanya yang terdiagnosis kanker.
Menjawab isu dan permasalahan strategis tersebut, Dr. Arianti, S.Kep., Ns., M.Kep. resmi meraih gelar Doktor Ilmu Keperawatan dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI). Melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Senin, 10 Agustus 2026, Dr. Arianti menghadirkan sebuah solusi inovatif berbasis riset mendalam bertajuk “Efektivitas Model Pemberdayaan Keluarga dalam Perawatan Spiritual Islami Komprehensif (PEKA-ASIK) terhadap Kesejahteraan Spiritual, Keluhan Gejala, dan Kualitas Hidup Pasien Kanker”.
Riset doktoral ini diselesaikan di bawah bimbingan tim promotor bereputasi tinggi, yaitu Prof. Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., Ph.D. (Promotor), Sri Yona, S.Kp., M.N., Ph.D. (Ko-Promotor I), dan Dr. dr. Aria Kekalih, M.T.I. (Ko-Promotor II). Hasil penelitian ini diuji dan dipertahankan secara komprehensif di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Dr. Masfuri, S.Kp., M.N. (Penguji I), Prof. Ns. Bayhakki, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D. (Penguji II), Prof. Dr. Yati Afiyanti, S.Kp., M.N. (Penguji III), dan Prof. Erna Rochmawati, S.Kp., M.N.Sc., M.M.Ed.Ed., Ph.D. (Penguji IV).
Inovasi Model PEKA-ASIK yang dikembangkan oleh Dr. Arianti berfokus pada pemberdayaan keluarga agar mampu memberikan perawatan spiritual Islami secara komprehensif, terstruktur, dan berkelanjutan, baik di rumah maupun di rumah sakit. Model ini mengubah peran keluarga dari sekadar pendamping pasif menjadi agen perawat spiritual aktif yang memiliki pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan khusus.
Model PEKA-ASIK mengintegrasikan pendekatan spiritual Islami ke dalam asuhan keperawatan paliatif dan onkologi melalui empat aspek utama. Model ini memberdayakan keluarga dengan keterampilan pendampingan spiritual Islami untuk menguatkan ketenangan jiwa serta penerimaan diri pasien. Selain itu, pendekatan religius yang terstruktur ini terbukti meredakan tingkat keparahan gejala fisik maupun psikologis, yang pada akhirnya mengoptimalisasi fungsi fisik, emosional, dan sosial pasien secara menyeluruh demi meningkatkan kualitas hidup mereka.
Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa penerapan Model PEKA-ASIK secara nyata mampu meningkatkan kesejahteraan spiritual pasien kanker, mengurangi beratnya keluhan gejala yang dirasakan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan jika dibandingkan dengan perawatan standar.
“Perawatan pasien kanker tidak bisa hanya berfokus pada intervensi medis fisik belaka. Aspek spiritual, terutama yang berakar pada nilai-nilai keagamaan dan ditopang oleh kasih sayang keluarga, merupakan pilar vital bagi kesembuhan dan kualitas hidup pasien. Model PEKA-ASIK hadir untuk menjembatani peran perawat dan keluarga agar dapat secara bersinergi memberikan asuhan spiritual Islami yang komprehensif,” ujar Dr. Arianti.
Keberhasilan promosi doktor ini menegaskan komitmen Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) dalam melahirkan ilmuwan dan inovasi keperawatan berdampak tinggi demi meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.