Inovasi Model RE-Ns Doktor FIK UI: Solusi Kepemimpinan Adaptif untuk Ketangguhan Mental dan Kesejahteraan Kerja Perawat Rumah Sakit

Diposting di:

11 Agustus 2026

Profesi perawat merupakan tulang punggung pelayanan kesehatan di rumah sakit. Namun, perawat senantiasa dihadapkan pada ancaman bahaya psikososial yang berpotensi memicu tekanan mental dan penurunan kesejahteraan kerja. Berbagai tantangan klinis—mulai dari beban kerja tinggi, dinamika tuntutan pasien dan keluarga, konflik interpersonal, hingga keterbatasan sumber daya—menjadi pemicu timbulnya kelelahan emosional (burnout) serta stres traumatis sekunder (secondary traumatic stress).

Menjawab permasalahan strategis tersebut, Dr. Dita Sulistyowati, S.Kep., Ns., M.Kep. resmi meraih gelar Doktor Ilmu Keperawatan dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI). Dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Senin, 10 Agustus 2026, ia memaparkan hasil riset bertajuk “Pengembangan Model Resilience Engineering for Nurses (RE-Ns) untuk Memperkuat Ketangguhan Mental dan Kesejahteraan Kerja Perawat di Rumah Sakit”.

Penelitian yang diselesaikan di bawah bimbingan Promotor Dr. Hanny Handiyani, S.Kp., M.Kep., Ko-Promotor I Dr. Dadan Erwandi, S.Psi., M.Si., serta Ko-Promotor II Dr. Dewi Gayatri, S.Kp., M.Kes. ini diuji secara komprehensif oleh dewan penguji ahli: Prof. dr. Muchtaruddin Mansyur, Ph.D., Dr. Akemat, S.Kp., M.Kep., Prof. Dr. Enie Noviestari, S.Kp., MSN., dan Prof. Rini Rachmawaty, S.Kep., Ns., MN., Ph.D.

Penelitian Dr. Dita menggarisbawahi bahwa mayoritas intervensi resiliensi perawat selama ini masih berfokus pada penguatan kapasitas individu. Pendekatan individual tersebut sering kali kurang menyentuh sumber tekanan utama yang berakar dari lingkungan kerja dan sistem organisasi.


Melalui inovasi Model Resilience Engineering for Nurses (RE-Ns), Dr. Dita mengintegrasikan kerangka kerja Resilience Engineering (RE) dan teori peran manajer. Model ini mengoptimalkan posisi strategis Kepala Ruangan sebagai penggerak utama dalam membangun empat kapasitas adaptif tim perawat di unit rawat yaitu Monitoring, Learning, Anticipating, dan Responding.

Uji coba model yang melibatkan 242 perawat di beberapa rumah sakit menunjukkan dampak nyata pada proses kerja tim. Meskipun perubahan statistik menyeluruh membutuhkan periode implementasi yang lebih panjang, evaluasi proses membuktikan bahwa penerapan Model RE-Ns menciptakan keselamatan psikologis (psychological safety) di dalam tim.

Implementasi model ini terbukti berhasil meningkatkan keterbukaan komunikasi antarstaf, menjaga kestabilan suasana hati, meminimalkan konflik internal, serta mendorong lahirnya ide-ide inovatif untuk mengatasi hambatan alur pelayanan pasien.

“Model RE-Ns menghadirkan kepemimpinan adaptif di tingkat unit. Dengan mengoptimalkan peran Kepala Ruangan, ketangguhan mental dan kesejahteraan perawat tidak lagi ditanggung sendiri oleh individu, melainkan ditopang oleh lingkungan kerja yang suportif dan tangguh secara sistem,” tegas Dr. Dita Sulistyowati.

Melalui kehadiran doktor baru dan lahirnya Model RE-Ns ini, FIK UI kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan riset berdampak tinggi demi memperkuat kualitas pelayanan kesehatan serta kesejahteraan tenaga perawat di Indonesia.

Bagikan artikel ini:

id_ID