Perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan dampak bencana di berbagai belahan dunia. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) terus memperkuat jejaring kolaborasi internasional dalam pengembangan ketahanan masyarakat terhadap bencana.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kep., M.A., Ph.D., dosen Departemen Keperawatan Maternitas dan ketua klaster riset Climate Change Planetary Health and Sustainable Care FIK UI, sekaligus Co-Principal Investigator dari Indonesia, berpartisipasi dalam program internasional “Co-creating Community Resilience on Disaster Caused by Climate Change through the Narrative and Cultural Care of Women Leaders” yang diselenggarakan oleh Research Institute of Nursing Care for People and Community, University of Hyogo (WHO Collaborating Centre for Disaster Risk Management for Health). Kegiatan yang didukung oleh Toyota Foundation International Grant Program ini berlangsung pada 9–15 Juli 2026 di Prefektur Kochi dan Kota Kobe, Jepang.
Kolaborasi penelitian ini melibatkan berbagai institusi dari Jepang, Malaysia, dan Indonesia, termasuk University of Hyogo, University of Kochi, Kobe City College of Nursing, International Islamic University Malaysia, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada. Delegasi Universitas Indonesia juga didampingi oleh Ns. Astuti M.Kep, Sp.Kep.A dan Ns. Akmaliandaru Elfahrie selaku anggota tim dan asisten riset dari Kelompok Riset Climate Change, Planetary Health & Sustainable Care FIK UI.
Selama kegiatan, para peneliti mengikuti workshop akademik, diskusi lintas negara, serta kunjungan lapangan ke berbagai komunitas tangguh bencana di Jepang. Mereka mempelajari praktik kesiapsiagaan tsunami di Kuroshio Town, pemanfaatan sekolah sebagai pusat evakuasi, sistem kesiapsiagaan masyarakat di tingkat distrik, hingga model Community Assisted House di Kobe yang mengintegrasikan layanan sosial dan dukungan komunitas bagi seluruh kelompok usia.
Salah satu pembelajaran yang paling menginspirasi adalah kunjungan ke Wanowa Workshop, sebuah organisasi yang dipimpin perempuan di Desa Hidaka. Organisasi ini menunjukkan bagaimana kepemimpinan perempuan, nilai gotong royong, dan pemberdayaan ekonomi lokal mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
Selain mempelajari praktik terbaik Jepang, seluruh mitra juga mendiskusikan pengembangan Training of Trainers (ToT) dan model ketahanan bencana berbasis komunitas yang dapat diadaptasi di masing-masing negara. Melalui pertukaran pengalaman ini, Indonesia dan Malaysia belajar dari sistem mitigasi bencana Jepang, sementara Jepang memperoleh inspirasi dari kekuatan jejaring sosial dan budaya komunitas di Asia Tenggara untuk membangun model ketahanan yang lebih inklusif dan multikultural.
“Program ini diharapkan menghasilkan model pelatihan bagi pemimpin perempuan komunitas serta mendokumentasikan berbagai praktik budaya dan perawatan sehari-hari yang berkontribusi dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana akibat perubahan iklim” seperti yang dikutip dari Ns. Suryane selaku ketua tim riset dari Indonesia.
Partisipasi FIK UI dalam kolaborasi internasional ini menegaskan komitmen Universitas Indonesia untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, memperluas jejaring riset global, serta menghadirkan inovasi berbasis masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebencanaan di Indonesia.