Menembus Bantaran Ciliwung: Program SERUNI FIK UI 2026 untuk Pendidikan Anak

Diposting di:

21 Juli 2026

Anak-anak di bantaran Sungai Ciliwung, kawasan Mat Peci, Cawang, Jakarta Timur, menghadapi tantangan nyata terkait akses pendidikan yang layak. Permasalahan seperti keterbatasan literasi, numerasi, dan risiko putus sekolah masih menjadi hambatan yang memengaruhi masa depan mereka.

Kondisi ini berkaitan dengan komitmen global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada pilar Pendidikan Berkualitas yang menekankan pentingnya pemerataan akses belajar bagi seluruh anak tanpa terkecuali.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menghadirkan solusi melalui program Serambi Menuntut Ilmu (SERUNI) FIK UI 2026. Mengusung tema “AKSARA: Aksi SERUNI Untuk Anak Cerdas Berdaya”, kegiatan ini resmi dimulai lewat sosialisasi orang tua dan trial class yang diikuti oleh 35 anak dari kawasan Mat Peci pada Minggu (12/7/2026). Program ini akan berjalan secara rutin setiap pekan hingga Oktober 2026.

Ketua Pelaksana SERUNI FIK UI 2026, Kayla Maulida, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk mendukung kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter dan kepercayaan diri anak-anak.

Sebagai bagian dari institusi kesehatan, FIK UI mengintegrasikan aspek psikososial dalam kegiatan pendidikan ini. Sebelum sesi belajar dimulai, panitia melakukan skrining menggunakan instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ).

Kuesioner ini mengukur lima aspek pada anak, yaitu status emosional, masalah perilaku, tingkat hiperaktivitas, kualitas hubungan sosial, dan perilaku sosial. Tujuannya adalah mendeteksi lebih awal kondisi emosional dan perilaku anak, sehingga panitia dapat merancang materi dan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu.

Selain itu, panitia mengadakan Trial Class untuk memetakan kemampuan akademik dasar, minat, dan gaya belajar anak. Sebelum kegiatan ini, peserta dibagi menjadi dua kelompok: kelompok Hilir untuk anak yang masih aktif bersekolah, dan kelompok Hulu untuk anak yang putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan formal. Pembagian ini bertujuan agar materi yang diberikan tepat sasaran.

Program ini mendapatkan apresiasi dari anak-anak dan para orang tua. Andika, salah satu peserta, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Terima kasih kakak-kakak sudah menghadirkan program belajar ini, yang mengajarkan kita semua mata pelajaran, tadi juga sempat ada mainnya jadi ga bosen gitu,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan oleh pembina masyarakat Mat Peci, Usman. Ia berharap kehadiran mahasiswa FIK UI dapat meningkatkan kembali semangat belajar anak-anak di wilayah tersebut. Orang tua peserta juga terbantu karena anak-anak mereka mendapatkan wadah belajar tambahan yang terarah di luar jam sekolah.

Rangkaian kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan diskusi bersama orang tua mengenai jadwal dan materi pembelajaran, serta penandatanganan surat izin. Program SERUNI FIK UI 2026 ini direncanakan selesai pada Oktober 2026 yang ditutup dengan kegiatan Grand Closing dan pembagian rapor.

Bagikan artikel ini:

id_ID