Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas global, Mega Hasanul Huda terpilih sebagai penerima Australia Awards Fellowship, sebuah program prestisius yang didanai penuh oleh Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) .
Program ini mengusung tema “Malaria Control and Health Security Capacity Building in Indonesia (Southeast Asia)” dan dilaksanakan bekerja sama dengan University of New South Wales (UNSW), Sydney. Fellowship ini merupakan program pengembangan kapasitas selama satu tahun, yang mencakup pelatihan intensif di Australia serta implementasi kegiatan lanjutan di Indonesia .
Seluruh kegiatan dalam program ini didanai secara penuh, mencakup biaya perjalanan internasional, akomodasi, tunjangan hidup, biaya pelatihan, serta asuransi kesehatan .
Selama program berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, kunjungan lapangan, serta pendampingan riset (research mentorship) oleh para ahli di UNSW. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas penelitian sekaligus memperkuat kemampuan dalam translasi kebijakan berbasis bukti.
Lebih dari sekadar pelatihan, fellowship ini menjadi langkah strategis dalam membangun jejaring internasional serta kolaborasi riset jangka panjang antara Indonesia dan Australia. Setelah menyelesaikan program, peserta diharapkan dapat mengimplementasikan proyek penelitian terkait malaria di Indonesia sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap penguatan sistem kesehatan nasional.
Program ini juga memberikan manfaat signifikan bagi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), khususnya dalam memperkuat kapasitas riset institusi, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta membuka peluang kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Selain itu, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama fellowship diharapkan dapat ditransfer ke lingkungan akademik melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta penguatan budaya riset berbasis bukti di FIK UI.
Melalui program ini, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan dalam pengendalian malaria serta peningkatan kualitas riset, khususnya dalam menghadapi tantangan penyakit infeksi di kawasan Asia Tenggara.