Community Service

Peduli Remaja, FIK UI Kenalkan Program Keren Tanpa Rokok

Posted in:

Add Your Heading Text Here

Remaja merupakan tahapan penting dalam kehidupan seseorang yang penuh dengan tantangan dan pergulatan identitas. Selama mencari jati diri, sebagian remaja mencoba berbagai hal, termasuk mengikuti tren yang mungkin tidak selalu positif, seperti merokok. Namun, ada sekelompok remaja keren yang memilih jalur yang lebih baik dengan menolak rokok dan fokus pada gaya hidup sehat serta prestasi. Sebagai wujud kepedulian pada remaja, Fakultas Ilmu Keperawatan menginisiasi kegiatan pengabdian masyarakat tentang Program Keren Tanpa Rokok FIK-UI yang diselenggarakan di SMPN 1 Depok pada 3 Agustus 2023. Tujuan Program KTR adalah untuk meningkatkan status kesehatan dan produktivitas anak usia remaja dengan membentuk komitmen diri remaja dalam menolak perilaku merokok. Isu ini menjadi penting untuk dibahas mengingat besarnya dampak negatif dari rokok terhadap kesehatan dan berdasarkan data SUSENAS BPS tahun 2022, Provinsi Jawa Barat menjadi urut ke 12 presentasi tertinggi perokok usia ≥ 15 tahun yaitu 32,07 % (SUSENAS., 2022). Sedangkan di kota Depok sendiri tahun 2021 terdapat 13,46% perokok usia 15 – 25 tahun dan data tahun 2022 menggambarkan jumlah perokok berusia > 15 tahun terdapat 15,70 % (BPS Depok, 2023).

 

Kegiatan yang diikuti oleh 33 orang siswa kelas 8 dan 2 orang utusan guru kelas. Program KTR merupakan kegiatan pemberian edukasi tentang bahaya rokok yang dikemas dalam beberapa sesi kegiatan yang menarik dan inovatif untuk anak remaja. Edukasi dimulai dengan express feeling peserta dalam menyikapi perokok yang ada di sekeliling remaja, baik di lingkungan ruumah, sekolah, maupun lingkungan umum lainnya. Setelah express feeling peserta akan mendapatkan materi tentang “Rokok dan Remaja” oleh narasumber yang profesional dan handal dari Departemen Keperawatan Anak FIK-UI, Dr. Nani Nurhaeni, M.N.

 

Nani menjelaskan apa saja bahaya merokok serta tips untuk berhenti merokok. “Saat kita ingin berhenti merokok, niatkanlah berhenti secara total jangan bertahap. Kemudian berikan sugesti positif bahwa rokok bukanlah simbol kejantanan atapun gaul, ingatlah selalu bahaya merokok dan sibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat. Jika dirasa “pahit”, ganti rokok dengan permen dan rajinlah mengkonsumsi minuman vitamin C. Yang terpenting, lewati masa-masa berat tanpa rokok dengan sabar” Ujar Nani

Kegiatan selanjutnya adalah diskusi dan sharing session dalam kelompok kecil yang dipandu oleh tim pengabdi sebagai fasilitator. Dalam sesi ini, siswa dipandu dalam diskusi dan sharing pengalaman, pendapat hingga menyatakan komitmen untuk siap menjadi remaja yang Keren Tanpa Rokok (KTR). Luaran dari kegiatan diskusi dan sharing session adalah story telling sebagai hasil diskusi kelompok yang kemudian dipentaskan pada akhir kegiatan. Pihak sekolah sangat antusias dan menyambut positif kegiatan pengabdian masyarakat “Program Remaja Keren Tanpa Rokok”.

 

Siswa SMPN 1 Depok menyampaikan rasa terima kasihnya atas kegiatan pengabdian masyarakat ini. “Kami sangat berterima kasih atas edukasi yang diberikan. Kami jadi lebih dalam mengetahui betapa menyeramkannya bahaya merokok, tidak hanya itu kami juga dibekali tips and trick cara berhenti merokok. Harapannya, kami dapat mengaplikasikan serta menjalani hidup yang lebih sehat.” Tutup siswa.

Share this article:

en_US