Kolaborasi FIK UI dan Pemkab Mappi untuk Negeri: Menjemput Harapan Kesehatan dari Ujung Selatan Papua

Diposting di:

12 Mei 2026

Jarak ribuan kilometer antara Kabupaten Mappi di Papua Selatan dan Kampus Universitas Indonesia di Depok kini terasa kian dekat. Bukan karena kemajuan transportasi semata, melainkan melalui jalinan komitmen pendidikan yang baru saja disepakati untuk mencetak tenaga kesehatan mumpuni dari tanah Cenderawasih.

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Mappi guna menyelenggarakan Pendidikan Kelas Kerjasama untuk Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Dekan FIK UI, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS., bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Mappi, Dra. Maria Goreti Letsoin, M.Pd., pada Sabtu (9/5/2026).

Langkah ini untuk menjawab tantangan pemenuhan tenaga keperawatan profesional di daerah terpencil. Sebanyak 20 putra-putri terbaik Mappi akan dikirim untuk menempuh pendidikan di “Kampus Perjuangan” dengan dukungan pembiayaan penuh dari Pemerintah Kabupaten Mappi.

Sadar bahwa perpindahan lingkungan pendidikan dari Papua ke Pulau Jawa membutuhkan adaptasi yang tidak mudah, kerja sama ini juga mencakup fase krusial: mulai dari persiapan SIMAK Mandiri dan matrikulasi awal yang meliputi motivasi, adaptasi budaya, adaptasi psikososial, hingga pengenalan lingkungan kampus. Program ini dirancang untuk membekali calon mahasiswa dengan motivasi, pengembangan profesionalisme, hingga adaptasi psikososial dan budaya.

Pemerintah Kabupaten Mappi melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Dinas Pendidikan mengalokasikan anggaran yang mencakup seluruh biaya pendidikan, biaya hidup, hingga persiapan ujian kompetensi dan pengurusan Surat Tanda Registrasi (STR) bagi para calon ners tersebut.

Bahkan, terdapat jaminan keberlanjutan bagi mahasiswa yang membutuhkan waktu studi lebih lama, guna memastikan setiap putra daerah yang dikirim benar-benar kembali ke Mappi sebagai perawat profesional yang siap melayani masyarakat.

Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa pemerataan kualitas kesehatan di Indonesia harus dimulai dari investasi pada sumber daya manusia. Saat mereka kembali nanti, ke-20 perawat ini diharapkan tidak hanya membawa ijazah dari universitas ternama, tetapi juga membawa perubahan nyata bagi kualitas hidup masyarakat di Mappi.

Bagikan artikel ini:

id_ID