Menembus Jurnal Global dengan Narasi Lokal: Catatan dari NRC JKI 2026

Diposting di:

16 April 2026

Dunia riset keperawatan Indonesia baru saja menandai langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas literatur kesehatan di kancah internasional. Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI) sukses menggelar Nursing Research Colloquium (NRC) 2026, sebuah workshop kepenulisan intensif yang dirancang untuk mengubah manuskrip mentah menjadi karya ilmiah berstandar global.

Diselenggarakan pada 14 April 2026 di Gedung Pendidikan dan Laboratorium FIK UI, acara ini bukan sekadar pertemuan akademik biasa. Ia adalah wadah bagi para penulis yang ingin menembus ketatnya persaingan publikasi ilmiah.

Perjalanan menuju puncak acara tidaklah singkat. Dimulai sejak Februari 2026, proses seleksi berlangsung ketat. Panitia tidak hanya melihat kelengkapan administrasi, tetapi juga membedah orisinalitas, keterbaharuan (novelty), hingga rekam jejak akademik melalui h-index peserta.

Dari sekian banyak pendaftar, terpilihlah 19 penulis terpilih yang berhasil melewati proses rapid review. Menariknya, antusiasme tidak hanya datang dari dalam negeri. Meski 17 peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia—mulai dari Bali, Sumbawa, Mataram, hingga Medan—dua peserta lainnya bergabung secara daring dari Taiwan (Taipei Medical University) dan Filipina (Mindanao State University).
Strategi “Global Impact” dari Sudut Pandang Editor

Salah satu sorotan utama dalam NRC 2026 adalah kehadiran Prof. Graeme D. Smith, seorang pakar dari St. Francis University, Hongkong, sekaligus editor senior di Journal of Advanced Nursing.Dalam sesinya yang bertajuk “Writing for Publication in Nursing Academic Journals”, Prof. Smith menekankan satu pesan kunci bahwa sebagai penulis, penting bagi kita untuk membuat tulisan yang bersifat internasional, dalam artian studi yang ditulis dapat dijadikan rujukan tidak hanya dalam konteks local, namun internasional: “Local or national results but with global impact”.

Ia membedah rahasia di balik meja editor: bagaimana sebuah penelitian yang dilakukan di tingkat lokal dapat memiliki resonansi dan daya tarik bagi pembaca internasional. Tak hanya soal teknis, Prof. Smith juga mengingatkan pentingnya etika publikasi guna menghindari pengulangan penelitian yang tidak perlu dan memastikan setiap karya memberikan kontribusi nyata bagi dunia akademik.

Setelah perspektif global dipaparkan, Dr. Imami, salah satu anggota editorial JKI dan merupakan editor in chief JKI sebelumnya, membawa peserta kembali ke teknis kepenulisan yang presisi. Ia membedah Guidelines for Author milik JKI yang telah diadaptasi dari standar internasional ICMJE.

Peserta diajak menyelami setiap anatomi manuskrip, memastikan setiap bagian—dari abstrak hingga kesimpulan—memenuhi standar emas publikasi. Sesi ini bukan sekadar teori; interaksi yang tinggi menunjukkan betapa haus para peneliti Indonesia akan panduan yang aplikatif.

Apa yang membedakan NRC 2026 dengan seminar biasa adalah sesi bimbingan langsungnya. Para peserta mendapatkan kesempatan eksklusif untuk melakukan diskusi one-on-one dengan para fasilitator yang merupakan Section Editor JKI.

Dalam sesi ini, setiap manuskrip dibedah. Penulis mendapatkan masukan langsung mengenai hasil reviewer, cara melakukan revisi yang efektif, hingga penyesuaian gaya selingkung jurnal. Kedekatan ini memberikan kepercayaan diri bagi penulis untuk menyempurnakan karya mereka sesuai dengan harapan dewan redaksi.

Kegiatan yang berlangsung maraton dari pukul 10.00 hingga 17.00 WIB ini ditutup dengan pesan kuat dari Prof. Dessie Wanda, Editor-in-Chief JKI periode 2026. Beliau menegaskan kembali bahwa riset keperawatan Indonesia memiliki potensi besar untuk mewarnai literatur kesehatan dunia.

NRC 2026 telah usai, namun dampaknya baru saja dimulai. Dengan bekal ilmu dan bimbingan intensif, 19 penulis ini kini bersiap membawa narasi kesehatan lokal Indonesia ke panggung akademik global. Sebuah langkah kecil di Depok, untuk dampak besar bagi dunia keperawatan internasional.

Bagikan artikel ini:

id_ID