Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) memperkuat komitmennya sebagai pusat ilmu pengetahuan bereputasi global dengan menghadirkan riset pascadoktoral strategis dalam skema Program EQUITY World Class University (WCU). Langkah ini ditandai dengan kembalinya Cicilia Ika Wulandari, alumnus doktor FIK UI tahun 2025, untuk mengimplementasikan kepakarannya dalam manajemen keperawatan.
Di bawah bimbingan Prof. Dr. Enie Novieastari, S.Kp., M.S.N. sebagai supervisor utama dan Dr. Hanny Handiyani, S.Kp., M.Kep. sebagai pembimbing kedua, Cicilia mengusung riset bertajuk: “Implementasi Model Kompetensi Perawat Pendidik Klinis berbasis E-Learning untuk Penguatan Budaya Belajar Klinis dan Patient Centered Care”.
Riset ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya insiden keselamatan pasien yang mayoritas disebabkan oleh human error perawat. Sebagai langkah hilirisasi dari studi doktoralnya, Cicilia fokus pada validasi dan implementasi model kompetensi perawat pendidik melalui platform digital.
Proyek ini memiliki urgensi yang sangat tinggi untuk segera diterapkan guna melegalkan eksistensi perawat pendidik di Indonesia melalui tiga aspek fundamental. Pertama, riset ini bertujuan menetapkan terminologi terstandar, yaitu sebutan tunggal ‘Perawat Pendidik Klinis’ yang diakui secara nasional untuk mencegah tumpang tindih fungsi di rumah sakit. Kedua, penelitian ini menciptakan kejelasan jenjang karier melalui peta jalan profesionalisme agar posisi tersebut diakui sebagai profesi spesialis dan bukan sekadar tugas tambahan. Ketiga, aspek legalitas kompetensi diwujudkan melalui platform e-learning yang menyediakan bukti terukur untuk menetapkan standar kompetensi minimal, selaras dengan amanat PMK No. 13 Tahun 2025 tentang Pengelolaan SDM Kesehatan.
Inovasi utama dalam riset ini terletak pada pengembangan platform e-learning yang mengintegrasikan peran pendidik klinis, budaya belajar, dan prinsip Patient Centered Care (PCC) secara simultan. Pendekatan ini menawarkan fleksibilitas dan efisiensi biaya dibandingkan metode tradisional, sekaligus menciptakan ekosistem pembelajaran yang lincah (agile) di lingkungan rumah sakit.
Program pascadoktoral ini dirancang untuk memperkuat jaringan internasional (International Network) FIK UI. Cicilia menargetkan publikasi pada jurnal internasional bereputasi tinggi, seperti SAGE OPEN (Q1/Top 10% Scopus), untuk menjawab tantangan nyata di pelayanan kesehatan global.
“Bagi saya, posisi ini adalah jembatan krusial untuk bertransformasi menjadi peneliti mandiri yang mampu memberikan dampak praktis langsung bagi keselamatan pasien di rumah sakit,” ujar Cicilia Ika Wulandari.
Melalui riset berbasis teknologi ini, FIK UI terus memposisikan diri sebagai institusi yang adaptif terhadap tren global health dan pemimpin riset keperawatan di Asia Tenggara.