Depok, 7 Januari 2026 — Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat terus diperkuat melalui riset akademik. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) kembali melahirkan doktor baru, M. Agung Akbar, dengan penelitian yang berdampak langsung bagi pasien Penyakit Tidak Menular (PTM) dan keluarganya di tingkat layanan primer.
Melalui disertasi berjudul “Validasi Skala Penilaian Praktik Kolaborasi Inter Profesi (SP2KIP) dan Pengaruhnya terhadap Kualitas Layanan Penyakit Tidak Menular di Provinsi Sumatera Selatan”, penelitian ini menyoroti pentingnya kerja sama antar tenaga kesehatan—dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan masyarakat—dalam memberikan pelayanan yang utuh dan berkesinambungan bagi pasien PTM di Puskesmas.
Selama ini, pasien PTM kerap menghadapi layanan yang terfragmentasi, seperti pemeriksaan yang tidak terkoordinasi atau edukasi kesehatan yang berbeda antar tenaga kesehatan. Melalui pengembangan Skala Penilaian Praktik Kolaborasi Inter Profesi (SP2KIP), Puskesmas kini memiliki alat untuk menilai dan memperbaiki cara tenaga kesehatan bekerja sebagai satu tim, dengan fokus pada kebutuhan pasien, keluarga, dan komunitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi interprofesi yang berjalan baik berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan PTM, dengan pengaruh sebesar 62,1 persen. Di lapangan, kolaborasi yang lebih kuat memungkinkan pasien mendapatkan layanan yang lebih konsisten, mulai dari pemantauan rutin, edukasi pengelolaan penyakit di rumah, hingga tindak lanjut yang melibatkan keluarga dan kader kesehatan setempat.
Sebagai contoh, di salah satu Puskesmas lokasi penelitian, praktik kolaborasi yang lebih terstruktur mendorong koordinasi antar tenaga kesehatan dalam pengelolaan pasien hipertensi dan diabetes. Pasien tidak hanya menerima pengobatan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan melalui edukasi gaya hidup sehat dan pemantauan rutin yang melibatkan keluarga. Hal ini membantu meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan serta mencegah komplikasi jangka panjang.
Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS., FISQua., CHAE, menyampaikan bahwa penelitian ini mencerminkan komitmen UI dalam menghadirkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat. “Melalui instrumen SP2KIP, Puskesmas dapat menilai dan memperbaiki praktik kolaborasi tenaga kesehatan, sehingga pasien dan keluarga memperoleh pelayanan yang lebih terkoordinasi, aman, dan berpusat pada kebutuhan mereka,” ujarnya.
Ke depan, instrumen SP2KIP diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh Puskesmas dan pemerintah daerah sebagai dasar perbaikan layanan PTM. Dengan demikian, hasil riset ini tidak hanya memperkaya pengembangan ilmu keperawatan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat layanan kesehatan primer di Indonesia.