Banjir tahunan yang kerap melanda kawasan pinggir kali tentu menjadi momok yang melelahkan bagi para orang tua, terutama mereka yang memiliki balita. Di tengah kepanikan mengamankan barang-barang, ancaman penyakit seperti diare dan infeksi lainnya selalu mengintai kesehatan buah hati.
Menyadari kondisi ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) turun tangan mendampingi warga Kampung Lio RW 19, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Didanai oleh Program Hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), FIK UI menggelar pelatihan khusus bagi Kader Posyandu Kangguru B pada 18–19 Juli 2026 lalu.
Melalui kegiatan ini, para ibu kader Posyandu diajak untuk menjadi garda terdepan atau “perisai” pelindung kesehatan balita sebelum, saat, dan sesudah banjir menerjang. Pelatihan yang dipimpin langsung oleh para pakar keperawatan—Dr. Ns. Dwi Cahya Rahmadiyah, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom., Dr. Astuti Yuni Nursasi, S.Kp., MN., serta fasilitator Azwar, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.K. dari FIK UMJ—dirancang sangat praktis dan mudah dipahami.
Solusi dan inovasi yang dibagikan kepada para kader meliputi pembekalan deteksi dini penyakit dan tanda bahaya agar mereka jeli mengenali gejala awal penyakit pascabanjir pada balita sehingga tahu persis kapan anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan sebelum kondisinya memburuk. Selain itu, para kader mengikuti simulasi praktik lapangan atau role play untuk berlatih langsung menghadapi skenario nyata, seperti cara berkunjung ke rumah warga yang balitanya terserang diare pascabanjir, memberikan edukasi yang tepat, hingga menentukan langkah rujukan. Tidak hanya secara manual, mereka juga diperkenalkan dengan pemanfaatan inovasi aplikasi digital SIMPEL BALITA untuk memudahkan pencatatan dan pemantauan kesehatan anak-anak di lingkungan mereka secara lebih rapi dan cepat.
Kesiapsiagaan baru ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh para kader di lapangan. Ketua Kader Posyandu Kangguru B, Anisa, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan angin segar bagi warga yang selama ini kerap merasa kewalahan menghadapi banjir langganan di wilayah mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim FIK UI atas pelatihan ini. Kegiatan ini menambah wawasan dan keterampilan kami… Kami menjadi lebih siap mengenali tanda bahaya, memberikan pendampingan kepada keluarga, dan menentukan kapan balita harus dirujuk ke fasilitas kesehatan,” ujar Anisa penuh antusias.
Melalui langkah nyata ini, FIK UI berharap sinergi antara dunia kampus, kader posyandu, puskesmas, dan warga dapat membangun ketahanan kesehatan yang tangguh. Harapannya, Kampung Lio kini jauh lebih siap melindungi senyum dan kesehatan anak-anak balita, meski air bah sewaktu-waktu datang mengadang.