Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) kembali mempertegas posisinya di kancah internasional melalui keberhasilan meraih pendanaan bergengsi dari Toyota International Grant. Prestasi ini merupakan buah dari kolaborasi strategis antara tiga klaster riset utama, yakni Klaster Climate Change, Planetary Health and Sustainable Care, Klaster Emergency and Disaster Nursing, serta Klaster Ethno Nursing and Cultural Care. Melalui integrasi keahlian di bidang lingkungan, kegawatdaruratan, dan budaya, tim peneliti ini berhasil merumuskan pendekatan holistik untuk menghadapi tantangan global yang kian kompleks.
Penelitian yang bertajuk “Pemberdayaan Perempuan Sebagai Katalis Untuk Ketahanan Bencana Berbasis Komunitas di Indonesia” ini menempatkan perempuan sebagai aktor kunci dalam struktur sosial masyarakat. Proyek ini dipimpin oleh Prof. Sonoe Mashino, Ph.D. dari University of Hyogo sebagai Principal Investigator, didampingi oleh Ns. Suryane Sulistiana Susanti, S.Kep., M.A., Ph.D. dari FIK UI sebagai Co-Principal Investigator.
Kekuatan riset ini terletak pada keberagaman kepakaran anggota timnya, yang meliputi Ns. Astuti, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.A. dari Klaster Climate Change, Planetary Health and Sustainable Care; serta tim dari Klaster Disaster and Emergency Nursing yaitu Prof. Dr. Mustikasari, S.Kp., MARS., Ns. Muhamad Adam, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB., dan Ns. Dian Fitria, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J. Aspek budaya diperkuat oleh Ns. Indah Permata Sari, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom. dari Klaster Ethno-Nursing and Cultural Care. Kolaborasi ini juga semakin solid dengan keterlibatan Ns. Arcellia Farosyah Putri, S.Kep., M.Sc., Ph.D. dari HIPGABI/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, serta Happy Indah Kusumawati, S.Kep., Ns., MN.Sc. dari FK-KMK Universitas Gadjah Mada.
Keberhasilan meraih hibah internasional ini bukan sekadar pencapaian akademis, melainkan perwujudan nyata dari semangat “Unggul dan Impactful untuk Indonesia”. Dengan dukungan dari Toyota International Grant, tim peneliti berkomitmen untuk mengubah paradigma posisi perempuan—dari sekadar kelompok rentan menjadi agen perubahan yang tangguh dalam menghadapi bencana. Inisiatif ini membuktikan bahwa dedikasi para perawat dan akademisi tidak hanya terbatas di ruang kelas atau rumah sakit, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.