Tim peneliti dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), yang dipimpin oleh Agus Setiawan, baru saja merilis temuan krusial terkait upaya penekanan angka stunting di Indonesia. Studi bertajuk “Effects of family-based nursing interventions on mothers’ knowledge, attitudes, and self-efficacy related to stunting prevention in Indonesia” ini resmi diterbitkan dalam International Journal of Nursing Sciences (Maret 2026), sebuah jurnal internasional bereputasi tinggi yang masuk dalam kategori Scopus Q1. Riset ini menjadi sangat relevan mengingat stunting masih menjadi tantangan kesehatan prioritas nasional yang memerlukan pendekatan inovatif di tingkat akar rumput.
Penelitian dilakukan melalui pendekatan quasi-experimental di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, dengan melibatkan 60 ibu yang memiliki anak usia 0-24 bulan. Tim peneliti menerapkan intervensi keperawatan terstruktur sebanyak tujuh sesi yang mencakup edukasi gizi, diskusi kelompok, hingga demonstrasi pemberian makan yang didasarkan pada teori Family-Centered Care dan Social Cognitive Theory. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok ibu yang mendapatkan intervensi berbasis keluarga mengalami peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan efikasi diri dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya menerima edukasi rutin.
Poin penting dari temuan ini adalah efektivitas integrasi dukungan keluarga dan penyesuaian konteks budaya lokal dalam program kesehatan masyarakat. Intervensi ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri ibu dalam mempraktikkan pola asuh nutrisi yang optimal selama 1.000 hari pertama kehidupan anak. Keberhasilan program ini terbukti stabil hingga masa tindak lanjut tiga bulan setelah intervensi berakhir, yang menandakan adanya perubahan perilaku jangka panjang dalam pengasuhan.
Kolaborasi riset ini melibatkan Agus Setiawan (Universitas Indonesia – Penulis Utama dan Korespondensi), Syamikar Baridwan Syamsir (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta), Dwi Cahya Rahmadiyah (Universitas Indonesia), Astuti (Universitas Indonesia), Lasarus Atamou (Universitas Indonesia), Randy Talilah (Universitas Indonesia), dan Shefaly Shorey (National University of Singapore) . Melalui hasil studi ini, FIK UI berharap pemerintah dan praktisi kesehatan dapat mengadopsi model intervensi berbasis keluarga sebagai standar baru dalam program pencegahan stunting di berbagai daerah di Indonesia. Dengan memperkuat peran keluarga sebagai sistem pendukung utama, risiko stunting pada anak dapat ditekan secara lebih efektif dan berkelanjutan.