Seminar internasional bertajuk “Engaging with Policy as an Academic Researcher” yang diselenggarakan pada 16 April 2026 menjadi momentum krusial bagi dunia akademik, khususnya dalam mempertegas peran peneliti sebagai penggerak perubahan sosial. Acara yang diinisiasi oleh STAND Indonesia ini bekerja sama erat dengan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) sebagai bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kapasitas peneliti dalam menyuarakan bukti ilmiah di ruang publik. Melalui sambutan pembukanya, Prof. Herni Susanti, S.Kp., M.N., Ph.D., yang merupakan Guru Besar Keperawatan Jiwa FIK UI sekaligus Co-PI STAND Indonesia, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa riset-riset berkualitas yang dihasilkan di lingkungan kampus tidak berhenti di perpustakaan, melainkan mampu menembus meja para pengambil kebijakan.
Diskusi yang dipandu oleh Janaska Nurrachmat, B.Sc, M.S.E, seminar ini menghadirkan perspektif global dari Callum Wood (Policy@Manchester) dan perspektif lokal-strategis dari Dr. dr. Irmansyah, Sp.KJ (K) (Peneliti Senior BRIN). Intisari dari sesi ini menyoroti tantangan besar bagi akademisi dan peneliti untuk mampu melakukan “translasi” bahasa teknis medis menjadi narasi kebijakan yang praktis dan persuasif. Peneliti didorong untuk memahami dinamika politik dan waktu yang tepat dalam menyodorkan rekomendasi riset agar relevan dengan prioritas nasional. Hal ini selaras dengan visi FIK UI dalam mencetak tenaga kesehatan dan peneliti yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga mampu menjadi advokat kebijakan kesehatan yang tangguh.
Partisipasi luas dari berbagai institusi internasional dalam seminar ini mencerminkan keberhasilan STAND Indonesia dalam membangun jejaring riset kesehatan mental yang inklusif dan mendunia. Bagi FIK UI, keterlibatan aktif dalam proyek STAND Indonesia ini memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang progresif dalam menjembatani kesenjangan antara bukti ilmiah (evidence) dan implementasi nyata di lapangan. Seminar ini pada akhirnya memberikan pesan kuat bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan seperti FIK UI dengan organisasi riset seperti STAND Indonesia adalah kunci untuk menciptakan ekosistem kesehatan di Indonesia yang lebih berbasis data, responsif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.