Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, Kampung Naga di Tasikmalaya tetap teguh berdiri sebagai penjaga tradisi. Namun, di balik keteguhan adatnya, tantangan kesehatan masyarakat, khususnya bagi generasi muda, tetap menjadi prioritas yang memerlukan perhatian khusus.
Menjawab tantangan tersebut, Prof. Dr. Enie Novieastari, S.Kp., M.S.N., pakar dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), menginisiasi sebuah langkah nyata. Beliau berhasil meraih hibah bergengsi Community Development WCU (World Class University) 2026 dengan tema besar: “Enhancing Quality Education for International Impacts and Recognition.”
Penelitian dan pengabdian yang dipimpin oleh Prof. Enie ini bertajuk “Peningkatan Literasi Kesehatan Anak Sekolah tentang PHBS pada Masyarakat Adat Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat.”
Program ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Fokus utamanya adalah meningkatkan Literasi Kesehatan, yakni kemampuan anak-anak sekolah untuk memahami, mengakses, dan menerapkan informasi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kampung Naga dipilih karena karakteristik uniknya sebagai masyarakat adat. Melakukan intervensi kesehatan di wilayah adat memerlukan pendekatan yang sangat hati-hati—sebuah perpaduan antara ilmu keperawatan modern dengan penghormatan mendalam terhadap kearifan lokal (cultural sensitivity).
Prof. Enie dan timnya berupaya memastikan bahwa edukasi kesehatan dapat diterima tanpa menggerus nilai-nilai luhur yang sudah ada, sehingga menciptakan dampak yang berkelanjutan (sustainable impact).
Melalui skema WCU 2026, prestasi ini membuktikan bahwa dedikasi FIK UI tidak hanya berhenti di ruang kelas atau rumah sakit perkotaan, tetapi menjangkau pelosok nusantara dengan standar kualitas internasional.
Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Indonesia dalam kancah global, membuktikan bahwa riset berbasis masyarakat lokal mampu memberikan kontribusi nyata bagi literasi kesehatan dunia.