Dunia publikasi ilmiah bukan sekadar tentang seberapa banyak riset yang diterbitkan, melainkan seberapa tangguh kualitas dan akurasi dari temuan yang dibagikan. Menyadari peran krusial tersebut, Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI) menggelar Peer-review Training JKI bertajuk “Enhancing Reviewers Competence for High-Quality Publications” pada Rabu, 15 April 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid di Gedung Pendidikan dan Laboratorium FIK UI serta melalui ruang virtual Zoom ini, berhasil menarik perhatian 110 partisipan dari berbagai belahan dunia. Tidak tanggung-tanggung, JKI menghadirkan Prof. Graeme D. Smith, Senior Editor dari Journal of Advanced Nursing, sebagai narasumber utama untuk membagikan perspektif global mengenai standar reviewer.
Dalam sesi pertama yang bertajuk “Becoming a Better Peer-Reviewer”, Prof. Smith menggarisbawahi bahwa menjadi seorang reviewer adalah sebuah bentuk pengabdian akademik. Proses ini adalah gerbang utama untuk memastikan bahwa sebuah penelitian dikerjakan dengan integritas tinggi sebelum sampai ke tangan pembaca.
“Peer-review membantu editor mengambil keputusan yang tepat, namun bagi reviewer sendiri, ini adalah cara terbaik untuk tetap ter-update dengan perkembangan ilmu di bidangnya sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis,” ungkap Prof. Smith.
Menjadi reviewer bukan hanya soal memberi kritik, melainkan membantu penulis meningkatkan profil akademik dan visibilitas jurnal itu sendiri di kancah internasional.
Sesi kedua berlanjut dengan bahasan teknis namun esensial: “Reporting Guidelines in Academic Journals”. Prof. Smith menekankan bahwa kelengkapan dan transparansi metodologi adalah kunci utama. Beliau sangat merekomendasikan penggunaan panduan dari EQUATOR Network (Enhancing the QUAlity and Transparency Of health Research).
Penggunaan checklist ini bukan hanya beban administratif, melainkan instrumen vital agar artikel yang dihasilkan lebih rigor (kuat secara metodologis) dan berguna bagi komunitas kesehatan. Hal ini menjadi panduan dua arah; mempermudah penulis dalam menyusun artikel dan memberikan kompas bagi reviewer dalam melakukan evaluasi yang objektif.
Antusiasme peserta terlihat jelas dalam sesi diskusi yang berlangsung dinamis selama tiga jam. Pertanyaan yang muncul sangat beragam, mulai dari dilema dalam menentukan keputusan akhir (decision) terhadap sebuah naskah, hingga cara memberikan umpan balik yang konstruktif tanpa kesan menghakimi (non-judgmental).
Acara resmi ditutup oleh Dr. Masfuri, S.Kp., M.N., selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum FIK UI. Beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas terlaksananya kegiatan penyegaran ini. Harapannya jelas: melalui pelatihan ini, proses review di JKI tidak hanya menjadi lebih cepat dari sisi durasi, tetapi juga tetap tajam dalam menjaga kualitas dan akurasi ilmiah.
Dengan adanya inisiatif ini, JKI kembali menegaskan posisinya sebagai jurnal yang berkomitmen pada keunggulan standar publikasi, memastikan setiap kata yang terbit telah melalui kurasi yang penuh integritas.