Ketajaman Riset Keperawatan: Upaya Liya Arista Membedah Kepatuhan Rehabilitasi Pasien Pascaoperasi Ortopedi

Diposting di:

7 Mei 2026

Di tengah dorongan transformasi digital dan penguatan riset keperawatan nasional, satu kabar membanggakan datang dari kampus hijau Universitas Indonesia. Ns. Liya Arista, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.M.B., staf pengajar sekaligus peneliti dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI, resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima hibah bergengsi dalam ajang AINEC Research & Community Services Award 2026.

Berdasarkan surat keputusan yang dirilis Pengurus Pusat Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) nomor 476/AINEC.Ka.Sr/V/2026, Liya berhasil menembus seleksi ketat pada kategori Penelitian Dasar. Ia menjadi salah satu dari beberapa peneliti di Regional 5 yang idenya dinilai cukup kuat untuk menjawab tantangan kesehatan masa kini.

Fokus riset yang diangkat oleh Liya bukan sekadar pengamatan klinis biasa. Ia memilih untuk membedah “Faktor Determinan Kepatuhan Rehabilitasi Pasien Pascaoperasi Ortopedi Berdasarkan Health Belief Model”. Dalam dunia ortopedi, keberhasilan meja operasi hanyalah separuh dari perjalanan sembuh. Separuh sisanya ditentukan oleh kedisiplinan pasien menjalani rehabilitasi. Melalui pendekatan Health Belief Model, Liya berupaya memetakan apa yang sebenarnya ada di pikiran pasien: apakah mereka merasa rentan, apakah mereka percaya pada manfaat latihan fisik, atau justru ada hambatan psikologis yang selama ini luput dari perhatian tenaga medis.

Ketua Umum AIPNI, Prof. Agus Setiawan, menekankan bahwa hibah tahun ini dirancang untuk memperkuat budaya inovasi yang berdampak nyata. Tidak berhenti pada pengumpulan data, Liya dan para penerima hibah lainnya memiliki tanggung jawab besar untuk membawa hasil riset ini ke panggung internasional. Nantinya, hasil pemikiran Liya dijadwalkan akan dipresentasikan pada Rapat Tahunan Anggota (RTA) AIPNI 2026 dan diterbitkan dalam Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (INJEC).

Langkah Liya Arista ini menjadi pengingat bahwa keperawatan modern tidak hanya soal merawat di sisi tempat tidur pasien, tetapi juga soal ketajaman berpikir di balik meja riset demi pelayanan yang lebih humanis dan berbasis bukti.

Bagikan artikel ini:

id_ID