Pencarian
Tutup kotak pencarian ini.

Informasi

Inovasi Keperawatan FIK UI Melaju ke Ajang Internasional KSIP 2025

Diposting di:

27 Maret 2025

Depok, 26 Maret 2025 – Tim Fleksi, yang terdiri dari mahasiswa Spesialis Keperawatan Medikal Bedah (KMB) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), kembali mengharumkan nama bangsa dengan menjadi salah satu finalis dalam ajang bergengsi Kumar Sustainability & Innovation Prize (KSIP) 2025 yang diselenggarakan oleh Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Kompetisi ini mengusung tema “Digital Innovations for a Sustainable Future” dan diikuti oleh berbagai tim inovatif dari empat negara, yakni Jepang, Singapura, Amerika Serikat, dan Indonesia.

Setelah sebelumnya meraih juara 2 dalam Health Innovation Sprint Accelerator (HISA) 2024, Tim Fleksi yang beranggotakan Ns. Muchamad Ardi Putrawardana, M.Kep, Ns. Vitta Margareth Philipus, M.Kep, dan Ns. Fitri Susilowati, M.Kep., kembali menunjukkan keunggulan mereka di tingkat internasional. Dengan bimbingan dari Prof. Dr. Rr Tutik Sri Haryati, S.Kp., MARS, dan Dr. Masfuri, S.Kp, MN., inovasi mereka mendapatkan pengakuan sebagai salah satu solusi terbaik dalam bidang kesehatan digital.

Fleksi merupakan inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu mengurangi gangguan muskuloskeletal, khususnya bagi individu dengan aktivitas fisik yang terbatas. Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat preventif bagi individu yang sehat, tetapi juga sebagai sarana rehabilitasi bagi pasien yang mengalami gangguan otot rangka. Melalui fitur telehealth yang dikembangkan, Fleksi memungkinkan pasien untuk melakukan latihan pemulihan dari jarak jauh, sehingga mempercepat proses rehabilitasi tanpa harus sering mengunjungi fasilitas kesehatan.

Menurut Ns. Muchamad Ardi Putrawardana, M.Kep., salah satu anggota tim, “Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya inovatif tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam upaya meningkatkan kesehatan muskuloskeletal secara berkelanjutan.”

Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan UI, Prof. Dr. Rr Tutik Sri Haryati, S.Kp., MARS., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian Tim Fleksi. “Keberhasilan mahasiswa kami di tingkat internasional merupakan bukti bahwa FIK UI tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam menciptakan inovasi yang berdampak luas. Kami sangat mendukung upaya para mahasiswa untuk terus mengembangkan solusi kesehatan berbasis teknologi yang dapat menjawab tantangan global.”

Lebih lanjut, Prof. Tutik menambahkan bahwa pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi. “Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika FIK UI untuk semakin aktif dalam penelitian dan inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Fakultas Ilmu Keperawatan UI berkomitmen untuk terus mendukung riset dan pengembangan teknologi kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas layanan keperawatan, baik di Indonesia maupun di kancah internasional.”

Teknologi berbasis kecerdasan buatan telah terbukti memiliki dampak besar dalam dunia kesehatan, terutama dalam meningkatkan efisiensi layanan dan aksesibilitas bagi pasien. Fleksi menjadi salah satu contoh bagaimana pemanfaatan AI dapat mengubah cara pasien menjalani rehabilitasi, dengan memberikan alternatif yang lebih fleksibel dan terjangkau.

Menurut laporan dari World Health Organization (WHO), gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh dunia. Dengan solusi seperti Fleksi, pasien dapat lebih mudah mengakses terapi tanpa harus menghadapi kendala geografis atau keterbatasan waktu. Hal ini diharapkan dapat mengurangi angka kejadian gangguan muskuloskeletal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Dari perspektif akademik, keberhasilan Tim Fleksi juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara universitas, industri, dan praktisi kesehatan dalam menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan nyata. Universitas Indonesia terus berupaya untuk menjadi pusat riset dan pengembangan teknologi kesehatan yang dapat bersaing di tingkat global.

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan ilmu keperawatan, FIK UI melihat pencapaian ini sebagai bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki daya saing yang tinggi di dunia internasional. Inisiatif seperti Fleksi tidak hanya memberikan solusi teknologi, tetapi juga menegaskan peran perawat dalam inovasi kesehatan yang lebih luas.

Dengan pencapaian yang telah diraih, Tim Fleksi optimis bahwa inovasi mereka dapat dikembangkan lebih lanjut dan berkontribusi dalam meningkatkan layanan kesehatan berbasis digital di Indonesia. Kedepannya, FIK UI akan terus mendorong kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan industri guna mempercepat pengembangan solusi kesehatan inovatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Bagikan artikel ini:

id_ID