Dunia riset kesehatan di lingkungan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) kembali menorehkan prestasi gemilang. Melalui pengumuman resmi Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, proposal penelitian bertajuk “ClowSens” dinyatakan lolos sebagai penerima pendanaan Program Bestari Saintek Tahun 2025-2026.
Dipimpin oleh Dr. Riri Maria, S.Kp., M.A.N.P., tim peneliti yang terdiri dari pakar keperawatan dan lintas disiplin—termasuk Yulia, S.Kp., M.N., Ph.D. dan Ir. Ferry Adrianto, Ph.D—menghadirkan solusi digital bagi perawatan pasien urologi. Inovasi yang diberi nama ClowSens ini merupakan sistem monitoring deteksi dini aliran dan warna urin pada terapi Continuous Bladder Irrigation (CBI) berbasis Internet of Things (IoT).
Terapi CBI biasanya memerlukan pengawasan ketat dari perawat untuk memantau kelancaran irigasi dan perubahan warna urin guna mencegah komplikasi seperti penyumbatan bekuan darah. Dengan integrasi IoT, ClowSens memungkinkan pemantauan dilakukan secara real-time dan otomatis, mengurangi beban kerja manual sekaligus meningkatkan keamanan pasien.
Program Bestari Saintek (Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi di Perguruan Tinggi) merupakan inisiatif strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Keberhasilan tim FIK UI menembus seleksi ketat ini membuktikan bahwa riset keperawatan Indonesia kini semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi industri 4.0.
“Pencapaian tim Dr. Riri Maria dalam program Bestari Saintek merupakan bukti nyata bahwa perawat masa kini tidak hanya berperan di lini terdepan pelayanan, tetapi juga menjadi penggerak inovasi kesehatan berbasis teknologi. Kehadiran ClowSens dengan sistem monitoring berbasis IoT ini diharapkan mampu menjawab tantangan kompleksitas asuhan keperawatan urologi, sekaligus memperkuat posisi FIK UI dalam mendukung ekosistem sains nasional yang berdampak langsung pada keselamatan pasien.” Ungkap Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS. selaku Dekan FIK UI.
Setelah dinyatakan lulus pleno penetapan hasil seleksi dan telaah Rencana Anggaran Biaya (RAB), tim Dr. Riri Maria beserta anggota lainnya—Estafania, Srihariyati, Netral Gulo, Cici, dan Muhammad Ilham—kini bersiap memasuki tahap implementasi. Tim akan berkoordinasi dengan Project Management Office (PMO) untuk keberlanjutan pengembangan perangkat ClowSens agar dapat segera diuji coba di fasilitas kesehatan.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi katalisator bagi periset lain di UI untuk terus menciptakan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi efisiensi layanan kesehatan di Indonesia.