Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) sukses menyelenggarakan Public Lecture internasional bersama dua pakar keperawatan dunia dari Fudan University, Tiongkok, yaitu Prof. Hu Yan, Ph.D., RN, FAAN, Dean of School of Nursing Fudan University, dan Prof. Changrong Yuan, Ph.D., FAAN, Director of Research Center of Patient Experience Fudan University.
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid pada Senin (1/6) ini mendapat antusiasme tinggi dengan partisipasi lebih dari 70 peserta luring dan 282 peserta daring. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari dosen, mahasiswa sarjana, profesi, magister, spesialis, doktor, alumni, peneliti, hingga praktisi pelayanan kesehatan dari berbagai rumah sakit pendidikan dan rumah sakit mitra strategis FIK UI, antara lain Rumah Sakit Pendidikan Universitas Indonesia (RSPUI), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM),, RSUP Fatmawati, RS Kanker Dharmais, RSUP Persahabatan, serta berbagai institusi layanan kesehatan lainnya yang turut berpartisipasi dalam forum akademik ini.
FIK UI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif, baik secara luring maupun daring, termasuk para pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni, peneliti, serta perwakilan rumah sakit dan institusi mitra yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan praktik keperawatan di Indonesia.
Dalam sesi pertama, Prof. Hu Yan, Ph.D., RN, FAAN membawakan topik “How to Implement Evidence-Based Nursing into Practice” yang mengupas strategi menjembatani kesenjangan antara hasil penelitian dan praktik klinik (know-do gap). Beliau menekankan bahwa keberhasilan implementasi Evidence-Based Nursing (EBN) tidak hanya ditentukan oleh kualitas bukti ilmiah, tetapi juga memerlukan dukungan pendanaan yang memadai, komitmen manajemen rumah sakit, kemitraan yang kuat antara rumah sakit dan universitas, serta kesiapan budaya organisasi dalam menerima perubahan.
Diskusi berlangsung sangat interaktif dengan beragam pertanyaan dari peserta. Salah satu peserta menyoroti perkembangan pedoman cardiopulmonary resuscitation (CPR), khususnya pendekatan DR-CAB yang direkomendasikan oleh American Heart Association, yang menempatkan kompresi dada sebagai prioritas utama untuk mempertahankan perfusi serebral dan koroner. Pertanyaan lain mengangkat isu desain penelitian yang tepat dalam implementasi EBN, aspek etik penelitian, strategi menghadapi keterbatasan bukti eksperimental, adaptasi budaya lokal dalam implementasi model PIPOST-D, hingga upaya mengurangi resistensi terhadap perubahan praktik klinik yang telah lama berlangsung.
Ketertarikan peserta juga terlihat dari diskusi mengenai pengembangan intervensi berbasis bukti bagi lansia dengan demensia di panti wreda, termasuk bagaimana mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi penghuni serta mengadaptasi intervensi agar sesuai dengan konteks budaya Indonesia.
Pada sesi kedua, Prof. Changrong Yuan, Ph.D., FAAN menyampaikan materi “Research and Development in Nursing Research” yang berfokus pada pengembangan riset pengalaman pasien (patient experience research), penggunaan instrumen PROMIS (Patient-Reported Outcomes Measurement Information System), serta inovasi digital dalam pelayanan kesehatan. Diskusi berkembang pada tantangan integrasi data subjektif pasien dengan data klinis objektif, pengembangan Smart Care Usability Lab, peluang penerapan sistem digital keperawatan di Indonesia, hingga eksplorasi dimensi spiritual dalam pengukuran luaran pasien.
Pertanyaan dari peserta juga menyoroti model kolaborasi antara universitas dan rumah sakit dalam pelaksanaan riset dan implementasi EBN di Tiongkok, kebijakan yang mendukung budaya penelitian di rumah sakit pendidikan, serta peluang pengembangan jalur karier perawat peneliti sebagai bagian dari penguatan profesi keperawatan.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata implementasi internasionalisasi FIK UI sekaligus memperkuat jejaring akademik global dengan institusi keperawatan bereputasi dunia. Selain memperkaya wawasan peserta mengenai implementasi evidence-based nursing dan inovasi riset keperawatan, forum ini juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta inovasi pelayanan kesehatan berbasis bukti.
Melalui kemitraan yang terus berkembang dengan Fudan University dan berbagai institusi kesehatan dalam dan luar negeri, FIK UI berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang dialog akademik bertaraf internasional yang mendorong transformasi pendidikan, penelitian, dan praktik keperawatan demi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat Indonesia dan global.
“Kolaborasi internasional tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan, inovasi, dan praktik terbaik yang diperlukan untuk menjawab tantangan kesehatan masa depan. FIK UI akan terus memperkuat perannya sebagai pusat unggulan pendidikan dan riset keperawatan yang berdampak bagi masyarakat.”