FIK UI Lahirkan Doktor Keperawatan dengan Inovasi Edukasi Pencegahan Serangan Jantung Berulang Berbasis WhatsApp

Diposting di:

9 Januari 2026

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) kembali melahirkan doktor keperawatan melalui sidang promosi doktor Irvantri Aji Jaya dengan disertasi berjudul “Model Edukasi Pencegahan Serangan Jantung Berulang Pasien Sindroma Koroner Akut Berbasis Aplikasi WhatsApp pada Telepon Pintar”. Riset ini menghadirkan inovasi dalam pengembangan model edukasi keperawatan yang berkesinambungan dan adaptif terhadap kebutuhan pasien di era digital.

Sindroma Koroner Akut (SKA) masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas kardiovaskular, dengan risiko tinggi terjadinya serangan jantung berulang. Faktor risiko seperti dislipidemia, hipertensi, hiperglikemia, gaya hidup tidak sehat, serta ketidakpatuhan terhadap pengobatan menuntut adanya pendekatan pencegahan sekunder yang lebih efektif dan berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, disertasi ini menekankan pentingnya edukasi keperawatan yang tidak berhenti saat pasien pulang dari rumah sakit.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengalaman pasien SKA berulang, mengembangkan model edukasi pencegahan serangan jantung berulang, serta menguji efektivitas model tersebut. Menggunakan desain riset operasional tiga tahap, penelitian diawali dengan studi kualitatif fenomenologis pada 18 pasien SKA berulang, dilanjutkan dengan pengembangan dan validasi model oleh para pakar, serta pengujian efektivitas melalui desain quasi-eksperimental pre-post test with control group pada 101 pasien SKA.

Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama yang menjadi dasar pengembangan model edukasi. Model inovatif ini mengombinasikan edukasi tatap muka selama masa rawat inap dengan edukasi lanjutan pasca rawat berbasis telepon pintar melalui aplikasi WhatsApp selama satu bulan. Intervensi tersebut terbukti secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan efikasi diri pasien (p<0,05). Selain itu, angka readmisi 30 hari pada kelompok intervensi lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol, meskipun belum menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik.

Novelty penelitian ini terletak pada pengembangan model edukasi keperawatan yang berkesinambungan, dimulai sejak pasien dirawat di rumah sakit hingga fase transisi setelah pulang ke rumah, dengan memanfaatkan platform komunikasi yang mudah diakses dan akrab bagi pasien. Model ini berpotensi menjadi strategi pencegahan sekunder yang efektif untuk menekan risiko serangan jantung berulang pada pasien SKA, sekaligus memperkuat peran perawat dalam pendampingan pasien secara berkelanjutan.

Sidang promosi doktor ini dibimbing oleh Promotor Prof. Agung Waluyo, S.Kp., MSc., PhD, dengan Ko-Promotor Dr. Rita Sekarsari, MHSM., MH., FISQUA, dan Prof. Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, Sp.JP(K). Adapun tim penguji terdiri atas Prof. I Made Kariasa, M.Kep., Sp.Kep.MB.; Dr. Siddiq Awaluddin, M.Kep., Sp.Kep.MB.; Dr. Tuti Herawati, MN.; serta Dr. Wahyuni Dian Purwanti, Sp.EM.

Melalui capaian ini, FIK UI kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan keperawatan unggulan yang mendorong lahirnya inovasi riset berbasis kebutuhan nyata pelayanan kesehatan. Model edukasi yang dikembangkan diharapkan dapat diimplementasikan sebagai bagian dari program pencegahan sekunder pasien SKA dan dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan dampak klinis yang lebih luas, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup pasien dan penguatan praktik keperawatan berbasis bukti.

Bagikan artikel ini:

id_ID