{"id":2159430,"date":"2022-08-03T13:37:20","date_gmt":"2022-08-03T06:37:20","guid":{"rendered":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/?p=2159430"},"modified":"2024-12-07T05:13:31","modified_gmt":"2024-12-06T22:13:31","slug":"fikui-terima-kunjungan-dari-tim-infu-safe-jerman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/fikui-terima-kunjungan-dari-tim-infu-safe-jerman\/","title":{"rendered":"FIKUI Terima Kunjungan dari Tim Infu-Safe Jerman"},"content":{"rendered":"<p>Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIKUI) menerima kunjungan Tim Infu-Safe dari Fraunhofer IPA, Jerman. Tim Infu-Safe yang terdiri dari Johannes Horsch, Dipl.-Ing. dari bagian Teknik Mesin, Komunikasi dan Keuangan; Julia Chen, M.Sc. dari bagian Rekayasa Medis, Pemimpin Tim dan Pengembangan Teknis; serta Patrick Klemm, B.Sc. dari bagian Rekayasa Medis, Pengembangan Teknis datang ke Indonesia untuk bertemu dengan pimpinan dan staf FIKUI, serta melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI). Kunjungan tersebut disambut dengan hangat oleh Dekan FIK UI Agus Setiawan, S.Kp, M.N., D.N., Wakil Dekan Bidang Pendidikan Penelitian dan Kemahasiswaan Dessie Wanda, S.Kp., M.N., Ph.D, beserta jajarannya.\u00a0\u00a0Kunjungan ini merupakan bagian dari eksplorasi prototipe perangkat Infu-Safe! yang sedang dikembangkan. Tujuannya untuk lebih memahami kearifan lokal Indonesia dan mendapatkan umpan balik tentang prototipe dari calon pengguna masa depan, khususnya dari FIKUI dan perawat di RS UI.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00191-scaled.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2159433 aligncenter\" src=\"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00191-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00191-300x200.jpg 300w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00191-scaled-600x400.jpg 600w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00191-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00191-768x512.jpg 768w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00191-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00191-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Metode penelitian yang dilakukan dalam kunjungan dengan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan dari Universitas Indonesia, menggunakan desain metode observasi, wawancara dengan tenaga kesehatan yang berpengalaman dalam menangani pasien saat menggunakan\u00a0 IV line, dan <i>Small Group Discussion<\/i> (SGD) bersamatenaga kesehatan yang memiliki tingkat yang sama untuk mendengar pendapat mereka terkait dengan hambatan dan tantangan dalam penanganan infus.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00111-scaled.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2159431\" src=\"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00111-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00111-300x200.jpg 300w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00111-scaled-600x400.jpg 600w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00111-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00111-768x512.jpg 768w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00111-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00111-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Tim Infu-Safe! menjelaskan bahwa inovasi ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa 80% penduduk di dunia tinggal di negara berkembang. Set infus umum yang tidak dapat diandalkan ketika terjadi kekurangan staf dan rendahnya kompetensi tenaga kesehatan yang bertugas menyebabkan pemasangan infus yang salah. Hal tersebut dapat menyebabkan komplikasi yang menyebabkan gangguan kesehatan lebih lanjut. Kasus kesalahan pemasangan infus terutama terjadi pada anak-anak, yang mana sekitar 2 miliar tinggal di negara berkembang. Oleh karena itu Infu-Safe! dirancang khusus untuk kondisi dalam pengaturan sumber daya rendah, dan tahan terhadap yang berbagai keadaan lingkungan. Selain itu, sistem ini memiliki desain modular dan mudah diperbaiki dengan sumber daya yang tersedia secara lokal dengan menggunakan komponen yang sederhana seperti blok bangunan Infu-Safe!. Dalam jangka panjang, perangkat dapat diproduksi langsung secara <i>on site.<\/i><\/p>\n<p>Dalam kunjungan ini, Dekan FIKUI beserta jajarannya menerima berbagai pertanyaan terkait pemasangan infus di Indonesia. Perwakilan FIKUI dan RS UI juga memberikan pendapat dan masukan terkait prototipe Infu-Safe! untuk mengeksplorasi potensinya. Para peserta rapat yang terdiri dari dosen menyampaikan masukan bagi produk yang sedang dikembangkan berdasarkan pengalaman yang didapatkan ketika bersinggungan langsung dengan pasien dan menggunakan IV line. Beberapa masukan yang disampaikan terkait dengan masalah yang dihadapi adalah masalah air bubble yang sering terjadi dan membutuhkan waktu lebih dari 5 menit untuk memperbaikinya karena masalah air bubble itu membahayakan bagi pasien. Dengan adanya pendapat dan masukan tersebut, diharapkan dapat menjadi pemicu untuk pengembangan Infu-Safe kedepannya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00331-scaled.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2159432 aligncenter\" src=\"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00331-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00331-300x200.jpg 300w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00331-scaled-600x400.jpg 600w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00331-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00331-768x512.jpg 768w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00331-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2022\/08\/DSC_00331-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Universitas Indonesia, khususnya FIKUI, menyambut kunjungan survei penelitian ini dengan sangat baik sebagai perwujudan untuk berkontribusi pada pengembangan penelitian dalam lingkup kesehatan.\u00a0\u00a0 Dengan demikian, FIKUI senantiasa berkomitmen untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia dan dunia.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIKUI) menerima kunjungan Tim Infu-Safe dari Fraunhofer IPA, Jerman. Tim Infu-Safe yang terdiri dari Johannes Horsch, Dipl.-Ing. dari bagian Teknik Mesin, Komunikasi dan Keuangan; Julia Chen, M.Sc. dari bagian Rekayasa Medis, Pemimpin Tim dan Pengembangan Teknis; serta Patrick Klemm, B.Sc. dari bagian Rekayasa Medis, Pengembangan Teknis datang ke Indonesia untuk [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":42,"featured_media":2159433,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[4,1],"tags":[],"class_list":["post-2159430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2159430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2159430"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2159430\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2207247,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2159430\/revisions\/2207247"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2159433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2159430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2159430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2159430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}