{"id":2151185,"date":"2016-08-12T11:44:07","date_gmt":"2016-08-12T04:44:07","guid":{"rendered":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/?p=2151185"},"modified":"2024-12-07T05:13:39","modified_gmt":"2024-12-06T22:13:39","slug":"mengenal-lebih-dekat-profesor-budi-part-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/mengenal-lebih-dekat-profesor-budi-part-1\/","title":{"rendered":"Mengenal Lebih Dekat Profesor Budi (Part 1)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2016\/08\/Prof-Budi-Part-1.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-2151186\" src=\"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2016\/08\/Prof-Budi-Part-1-212x300.jpg\" alt=\"Prof Budi Part 1\" width=\"212\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2016\/08\/Prof-Budi-Part-1-212x300.jpg 212w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2016\/08\/Prof-Budi-Part-1-600x849.jpg 600w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2016\/08\/Prof-Budi-Part-1-768x1086.jpg 768w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2016\/08\/Prof-Budi-Part-1-724x1024.jpg 724w, https:\/\/nursing.ui.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/44\/2016\/08\/Prof-Budi-Part-1-scaled.jpg 1810w\" sizes=\"(max-width: 212px) 100vw, 212px\" \/><\/a>Pada 27 Maret 2013, Profesor Keperawatan Jiwa di FIK UI bertambah. Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc. resmi menyandang gelar profesor setelah menyampaikan pidatonya yang berjudul \u201cKontribusi Keperawatan Kesehatan Jiwa dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa di Indonesia\u201d di hadapan rektor dan para guru besar Universitas Indonesia. Prof. Budi, demikian sapaan akrab beliau, merupakan salah satu mahasiswa angkatan pertama di PSIK FK UI tahun 1985. Namun Prof. Budi sudah terlebih dahulu menyelesaikan pendidikan keperawatannya di Akper Depkes RI Jakarta (AKPER Jl. Kimia) pada tahun 1974.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prof. Budi berkisah, pilihan beliau untuk mengambil jurusan keperawatan dikarenakan keadaan ekonomi. \u201cAyah dan ibu saya pegawai negeri, guru SD dan SMP. Dari awal sudah diwanti-wanti agar saya dapat sekolah yang biayanya tidak besar. Sehingga dari sejak SMA memang sudah berupaya mencari sekolah yang hanya 3 tahun. Kemudian, adik bapak saya ada satu orang tinggal di Jakarta. Sehingga tujuan untuk sekolah berikutnya adalah ke Jakarta.\u201d Hingga usia 4 tahun, Prof. Budi tinggal di kampung tempat beliau dilahirkan, Kota Buluh, di kaki Gunung Sinabung. Ketika ayah dan ibu Prof. Budi pindah ke Medan, Prof. Budi pun ikut pindah. \u201cKemudian adik bapak saya ini, bibi saya, dia itu pekerjaannya membantu persalinan, sehingga akhirnya saya rasanya <em>kok<\/em> <em>pingin<\/em> ke bidang kesehatan,\u201d lanjut Prof. Budi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama menjadi mahasiswa di Akper, ternyata Prof. Budi memiliki metode belajar yang unik, yaitu belajar di dekat rangka manusia. Tidak hanya itu, untuk menghindari <em>ngantuk<\/em>, Prof. Budi biasa meminum kopi tanpa gula dan juga merendam kakinya. Metode belajar tersebut ternyata ampuh untuk mengusir kantuk. Ketika ditanya mengenai pengalaman yang mengesankan, Prof. Budi menjawab, \u201cpada waktu saya jadi senior di kamar yang <em>gede.<\/em>\u201d Beliau berupaya mendisiplinkan adik-adiknya yang berjumlah sekitar 15 orang, misalnya dengan mematikan tv pada jam yang sudah ditentukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengenai pilihan beliau untuk fokus di keperawatan jiwa, Prof. Budi mengungkapkan bahwa semua itu atas dorongan salah satu dosennya (alm) Ibu Dra. Magdalena Mahdi, M.Sc. (putri dari Dr. Marzoeki Mahdi). Ketika itu, Prof. Budi sudah bekerja di RSCM, namun kemudian beliau menikah sehingga harus pindah ke Bogor. Dalam keadaan bingung, Prof. Budi bertemu dengan Ibu Magdalena Mahdi yang selanjutnya menyarankan untuk melamar ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Marzoeki Mahdi di Bogor, ketika itu namanya Rumah Sakit Jiwa Pusat Bogor. Di situlah Prof. Budi terpanggil untuk menekuni bidang keperawatan jiwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika sudah menjadi perawat di RSJ, Prof. Budi yang tidak memiliki latar belakang keperawatan jiwa diminta untuk belajar mengenai keperawatan jiwa di SPR B (Sekolah Pengatur Rawat Khusus Jiwa) oleh Kepala Keperawatan kala itu. \u201cPadahal saya kan tamatan Akper yang tingkatannya lebih tinggi dari SPR. <em>Ketawan<\/em> <em>sama<\/em> Ibu Magdalena Mahdi dan beliau yang menghadap Direktur RSJ dan meminta itu dibatalkan. Padahal saya senang-senang saja, <em>toh<\/em> belajar ini,\u201d kenang Prof. Budi sambil tertawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Awalnya, karena dianggap tidak menguasai jiwa, Prof. Budi tidak bekerja di ruangan rawat klien jiwa, tapi di ruangan rawat klien jiwa yang sakit fisik. Kemudian barulah beliau pindah ke ruangan yang lain. \u201cApa yang saya temukan membuat saya berpikir: kenapa <em>kok<\/em> klien ini dikurung <em>aja<\/em>? <em>Kok<\/em> <em>gak<\/em> ada kegiatan? Akhirnya setelah pulang dinas, sore-sore saya ke sana lagi. Saya <em>keluarin<\/em> itu klien-klien yang rasanya bisa diajak keluar, dan saya ajak jalan-jalan keliling RS,\u201d ungkap Prof. Budi. Tidak berhenti sampai di situ, Prof. Budi juga menginisiasi kegiatan <em>fashion show<\/em> serta <em>bazaar<\/em> untuk pasien, dan keluarga diminta membawa pakaian mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perjalanannya berkarir di RSJ, Prof. Budi kembali memperhatikan bahwa ada banyak klien yang sudah mandiri dan membantu keluarga perawat yang tinggal di kompleks perumahan dekat RSJ. Prof. Budi berpikir, \u201cmereka sudah mandiri, untuk apa lagi mereka ada di ruang rawat biasa?\u201d Lalu Prof. Budi meminta satu ruangan khusus untuk mengumpulkan klien-klien yang sudah mandiri. Beliau mengusulkan sistem <em>halfway house<\/em>, dimana klien yang sudah sembuh ditempatkan di suatu ruangan untuk transisi sebelum mereka pulang ke rumahnya masing-masing. Yang dimaksud dengan membantu artinya membantu pekerjaan rumah tangga, misalnya menyapu, mengepel, memasak, dsb. Permintaan tersebut disetujui dan ada sekitar 15 \u2013 18 klien yang tinggal di ruangan itu. Prof. Budi menerapkan pengalaman ketika beliau di asrama yang ada kepala asrama, ibu rumah tangga, ibu makanan, ibu cucian, ibu kebersihan, dan ada anggota-anggotanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah itu, Prof. Budi kembali bermimpi untuk membuat satu ruangan percontohan bagi klien-klien yang tak kunjung diambil keluarganya. Setelah bertahun-tahun berjuang, akhirnya pada tahun 2000 ruangan yang dinamakan ruang MPKP (Model Praktik Keperawatan Profesional) khusus untuk Jiwa tersebut disetujui oleh Direktur RSJ dan turut diresmikan oleh Dekan FIK ketika itu, Prof. Elly Nurachmah. Di ruangan yang terdiri dari 18 tempat tidur tersebut diterapkan beberapa peraturan, di antaranya keluarga klien harus datang setiap 2 hari sekali dan mereka diedukasi. Jadi keluarga dilibatkan dan kliennya juga dilatih. Kalau dulu klien makan pakai <em>ompreng<\/em>, di ruang MPKP mereka makan dengan prasmanan seperti di rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak sekali pengalaman lucu dan tak terlupakan selama Prof. Budi menjadi perawat di RSJ Marzoeki Mahdi. Pernah, suatu ketika ada kerjasama antara 3 departemen: Departemen Perindustrian, Departemen Tenaga Kerja, dan Departemen Kesehatan untuk melatih para klien agar nantinya bisa bekerja di luar. Bagian Prof. Budi waktu itu adalah menjahit. Jadi beliau harus melatih para klien perempuan untuk bisa menjahit pakaian. Prof. Budi sendiri tidak bisa menjahit, namun beliau dengan yakin menerima tugas tersebut. Beliau berpikir \u201dsaya pelajari sehari sebelumnya, besok <em>diterapin<\/em>.\u201d Sampai akhirnya tim Prof. Budi mendapat borongan jahitan. Di situ dibuktikan bahwa klien-klien, dibantu oleh tenaga yang melatih di sana, bisa menjahit. Lalu klien-klien itu ditempatkan di konveksi-konveksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikuti kelanjutan cerita Prof. Budi di Mengenal Lebih Dekat Profesor Budi (Part 2).<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada 27 Maret 2013, Profesor Keperawatan Jiwa di FIK UI bertambah. Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc. resmi menyandang gelar profesor setelah menyampaikan pidatonya yang berjudul \u201cKontribusi Keperawatan Kesehatan Jiwa dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa di Indonesia\u201d di hadapan rektor dan para guru besar Universitas Indonesia. Prof. Budi, demikian sapaan akrab beliau, merupakan salah [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":42,"featured_media":2151186,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[65,160,155],"class_list":["post-2151185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-fikui","tag-prof-budi","tag-tokohfik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2151185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2151185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2151185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2207766,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2151185\/revisions\/2207766"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2151186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2151185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2151185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nursing.ui.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2151185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}