Mahasiswa FIK UI Gagas Program "WREDA-PERMA" untuk Cegah Diabetes dan Tingkatkan Kesejahteraan Psikologis Lansia

Posted in:

6 August 2026

Di tengah meningkatnya jumlah lansia dan tingginya risiko penyakit kronis di Indonesia, sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia menghadirkan inovasi pengabdian masyarakat yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesejahteraan psikologis lansia.

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) bertajuk “WREDA-PERMA: Program Kesehatan Holistik untuk Pencegahan Diabetes Melitus bagi Lansia di Yayasan Panti Jompo Wijaya Kusuma, Bekasi.” Program ini di susun oleh tim mahasiswa lintas disiplin ilmu Universitas Indonesia sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan fisik dan kesejahteraan psikologis lansia.

Program ini berangkat berdasarkan data dan hasil identifikasi lapangan, di Yayasan Panti Jompo Wijaya Kusuma yang berlokasi di Bekasi Barat menunjukkan dengan total 40 lansia dengan rentang usia 56 hingga 87 tahun. Dari jumlah tersebut, terdapat 4 lansia yang telah terdiagnosis maupun 6 berisiko mengalami diabetes melitus. Selain tantangan kesehatan fisik, terdapat keterbatasan sumber daya menyebabkan layanan promotif dan preventif belum berjalan secara optimal, selain itu banyak lansia menghadapi berbagai permasalahan psikososial, seperti keterbatasan aktivitas terstruktur, minimnya ruang ekspresi emosi untuk bercerita, sehingga kuranganya dukungan sosial yang berdampak pada psikologis lansia.

Menjawab kebutuhan tersebut, salah satu tim PKM-PM UI menghadirkan program WREDA-PERMA, sebuah intervensi kesehatan holistik yang mengintegrasikan pencegahan diabetes melitus dengan pendekatan kesejahteraan psikologis berbasis model PERMA (Positive Emotion, Engagement, Relationship, Meaning, dan Accomplishment) Kelima komponen ini menjadi fondasi program untuk membantu lansia membangun kehidupan yang lebih sehat, aktif, bermakna, bahagia, dan meningkatkan kualitas hidup lansia di panti.

Program dilaksanakan oleh tim mahasiswa lintas disiplin yang diketuai oleh Nela Nurul Mutoharoh (Program Studi Ilmu Keperawatan) dengan anggota Alfina Firdhania (Terapi Okupasi), Fadila Safarina (Program Studi Kesehatan Masyarakat), Nisa Angreini (Terapi Okupasi), dan Annisah Putri Setiawan (Produksi Media), di bawah bimbingan dosen Dr. Ns. Dwi Cahya Rahmadiyah, S.Kep., M. Kep., Sp.Kep.Kom, dosen FIK Universitas Indonesia.

Pelaksanaan program diawali dengan pemeriksaan gula darah serta skrining kondisi kesehatan dan psikologis lansia sebagai data dasar. Selanjutnya, berbagai kegiatan intervensi dilakukan melalui lima komponen utama PERMA.

Pada aspek Positive Emotion, lansia mendapatkan pendampingan psikososial melalui latihan relaksasi, teknik pernapasan, butterfly hug, dan teknik lima jari, untuk membantu mengelola stres dan meningkatkan emosi positif, dan di lakukam pengecekan Mini-Mental State Examination (MMSE) dan MMA (Mini Nutrition Assesment) untuk mengetahui ada masalah kognitif dan nutrisi lansia.

Pada aspek Engagement, lansia diajak melakukan aktivitas fisik ringan dan berkebun melalui program mini garden hidroponik yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan aktif dengan meningkatkan kebugaran fisik.

Pada aspek Relationship, tim memberikan edukasi kesehatan mengenai konsep “Isi Piringku” yang dilakukan secara interaktif melalui diskusi kelompok kecil untuk memperkuat interaksi sosial dan meningkatkan pemahaman mengenai pola makan sehat dengan menempel stiker isi piringku sesuai ukuran dan takaran makanan isi piringku yang benar dan sesuai. Sementara itu, aspek ke 3 Meaning diwujudkan melalui sesi berbagi pengalaman hidup yang bermakna antar sesama lansia. Hasil refleksi dan cerita tersebut kemudian dirangkum dalam sebuah buku berjudul “Untuk Hidup yang Lebih Panjang dan Bahagia.”

Aspek terakhir, yaitu Accomplishment, berfokus pada pencapaian lansia melalui keberhasilan merawat dan memanen tanaman hasil kegiatan mini garden, bisi terapkan latihan relaksasi, teknik pernapasan, butterfly hug, dan teknik lima jari. Aktivitas ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, serta perasaan berdaya pada lansia.

Selain memberikan manfaat langsung kepada lansia, program ini juga membekali pengelola panti dengan Buku Saku Caregiver dan Pengelola Panti, modul buat lansia “Untuk Hidup yang Sehat dan Bahagia”, buku pedoman mitra yang harapannya setelah program kami selesai bisa melihat kembali dan bisa diterapkan kedepannya, panduan pelaksanaan kegiatan berbasis PERMA agar program dapat terus dilanjutkan secara mandiri setelah masa implementasi program PERMA selesai.

Melalui dukungan dan sinergi antara mahasiswa Universitas Indonesia dan mitra Yayasan Panti Jompo Wijaya Kusuma, program WREDA-PERMA diharapkan mampu menjadi model intervensi kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pencegahan diabetes melitus, tetapi juga mendukung terwujudnya lansia yang lebih sehat, aktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik kedepannya.

Share this article:

en_US