Perwakilan dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menghadiri undangan kegiatan “Sosialisasi Migrasi Aman, Tertib, Teratur, dan Berkeadilan: Memulai Karier di Luar Negeri sebagai Perawat melalui Program Penempatan Pemerintah (Skema G-to-G)”. Acara yang diselenggarakan oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta ini berlangsung di Astaka Grand Ballroom, ARTOTEL Gelora Senayan, Jakarta.
Kehadiran delegasi FIK UI dalam kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Sigit Mulyono, S.Kp., M.N. selaku Ketua UKK NTC FIK UI, dengan didampingi oleh Achmad Farid, S.E. yang merupakan Pengolah Data Unit Usaha UKK PPM NTC. Tidak hanya dihadiri oleh unsur dosen dan staf, FIK UI juga turut mengirimkan lima orang perwakilan mahasiswa untuk berpartisipasi aktif, yaitu Ardiyanti Nabilah, Cut Revanita Dewi Nurdin, Rifty Octapiani Fauziah, Hasnaa Alyaa Muhammad, dan Andra Maulana.
Kegiatan ini di latar belakangi oleh melonjaknya kebutuhan tenaga kesehatan global akibat fenomena penuaan populasi (aging population) di berbagai belahan dunia. Indonesia, dengan kualitas kompetensi keperawatan yang terus berkembang, memiliki posisi strategis untuk mengisi kebutuhan pasar kerja internasional tersebut.
Melalui skema Government-to-Government (G-to-G), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memfasilitasi penempatan perawat ke negara tujuan seperti Jerman dan Jepang. Skema ini dirancang khusus untuk memberikan perlindungan menyeluruh, transparansi proses, serta penguatan keterampilan melalui pelatihan sebelum keberangkatan.
Dalam acara tersebut, delegasi FIK UI mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai tata cara dan tahapan rinci pendaftaran program G-to-G Jerman (melalui program Triple Win) serta Jepang. Peserta juga diperkenalkan dengan layanan MOVE-ID (Pusat Informasi Terpadu untuk Migrasi, Vokasi, dan Pembangunan Indonesia) serta layanan informasi dari BP3MI Jakart
Selain mendengarkan presentasi dari jajaran direksi KP2MI dan GIZ Indonesia, perwakilan FIK UI juga berkesempatan mengikuti sesi hybrid testimoni langsung dari perawat Indonesia yang saat ini sudah bekerja di Jerman. Pada sesi siang, para mahasiswa dan dosen berpartisipasi aktif dalam sesi konsultasi intensif kelompok untuk mendalami proses migrasi kerja yang aman dan berkeadilan.
Melalui partisipasi ini, FIK UI berkomitmen untuk terus menyebarluaskan informasi resmi mengenai peluang karier internasional yang aman dan legal bagi para alumni dan mahasiswa, guna mendukung ketersediaan tenaga perawat profesional Indonesia di ranah global.