Klaster Mental Health & Psychiatric Nursing Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menggelar program pencegahan adiksi game dan rokok pada remaja berbasis komunitas di Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Kegiatan yang ditujukan untuk merespons kerentanan remaja terhadap perilaku adiktif ini dilaksanakan bekerja sama dengan Komunitas Saung Belajar (KSB).
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI, Prof Herni Susanti, menyampaikan bahwa pencegahan adiksi pada anak harus dimulai dari pembenahan pola komunikasi di lingkungan keluarga. “Kami ingin keluarga jadi tempat pertama anak untuk berbicara tentang masalahnya. Makanya, fokusnya bukan hanya edukasi soal bahaya adiksi, tapi juga bagaimana caranya orang tua dan anak bisa ngobrol dengan baik dan nyaman,” kata Prof. Santi, Rabu (30/9/2026).
Program ini dipimpin oleh Prof. Herni Susanti bersama tim Departemen Keperawatan Jiwa FIK UI, yakni Dr. Novy Helena Catharina Daulima, Ns. Ria Utami Panjaitan, dan Ns. Dian Fitria. Kegiatan ini juga melibatkan akademisi Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma Dr. Anugriaty Indah Asmarany, serta pendiri KSB Citra Amelia.
Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari 20 pasang orang tua dan remaja mengikuti rangkaian kegiatan yang terbagi dalam dua tahap visitasi intensif. Pada visitasi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai mekanisme munculnya adiksi gawai dan rokok, dilanjutkan dengan diskusi kelompok terkait tekanan teman sebaya (peer pressure) dan tantangan pengasuhan. Sesi ini diakhiri dengan pelatihan komunikasi asertif melalui teknik “Say-No” dan “I-Language”.
Sementara itu, visitasi kedua difokuskan pada evaluasi penerapan komunikasi di rumah, strategi pengawasan anak tanpa mengekang, serta penyusunan aturan bersama. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan pakta komitmen keluarga dan penyusunan rencana tindak lanjut mandiri.
Pendiri KSB Citra Amelia menyambut positif program kolaborasi ini. Menurutnya, intervensi berbasis komunitas sangat dibutuhkan oleh masyarakat di tingkat akar rumput. “Banyak orang tua di sini sebenarnya bingung harus mulai dari mana. Program ini sangat membantu anak dan orang tua untuk jadi lebih dekat, sehingga anak tidak lari ke adiksi,” ujar Citra.
Melalui pendekatan keperawatan jiwa preventif ini, FIK UI berharap model edukasi kesehatan mental dan pencegahan adiksi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga berbasis komunitas.