Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Airlangga (UNAIR) pada Selasa, 19 Mei 2026. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 7, Gedung Pendidikan dan Laboratorium FIK UI, Kampus Depok ini, difokuskan pada diskusi mendalam mengenai best practices persiapan visitasi akreditasi internasional Accreditation Agency in Health and Social Sciences (AHPGS).
Langkah UNAIR membawa delegasi lintas fakultas dan tingkat rektorat ini menegaskan keseriusan mereka dalam mengejar standardisasi global. Dipimpin langsung oleh Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNAIR, Prof. Nurul Barizah, delegasi tersebut mencakup jajaran sekretaris BPM, koordinator bidang akreditasi internasional, hingga para ketua program studi dan perwakilan dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari Kedokteran Gigi, Psikologi, Ilmu Hukum, hingga Keperawatan.
Dalam sambutannya, Dekan FIK UI, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS., menyambut hangat inisiatif strategis UNAIR. Beliau menekankan bahwa menghadapi visitasi lembaga akreditasi internasional seperti AHPGS yang berbasis di Jerman, membutuhkan koordinasi yang solid dan pemahaman kultural akademik yang kuat.
“Akreditasi internasional merupakan transformasi budaya mutu yang konsisten. FIK UI sangat terbuka untuk berbagi pengalaman, karena penguatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia adalah agenda kita bersama,” ujar Prof. Roro
Sebagai fakultas yang telah berpengalaman melewati ketatnya proses penilaian AHPGS, FIK UI membagikan potret bagaimana persiapan menuju akreditasi AHPGS yang pernah dilakukan. Ketua Unit Penjaminan Mutu FIK UI, Dr. Etty Rekawati, S.Kp., MKM., memaparkan materi teknis dan taktis terkait strategi visitasi.
Ketua BPM UNAIR, Prof. Nurul Barizah, dalam sambutannya mengakui reputasi FIK UI yang dinilai mapan dalam mempertahankan mutu akademik berstandar global. Kehadiran tim multi-fakultas dari Surabaya ini sengaja dirancang agar pemahaman mengenai best practices AHPGS dapat langsung diadaptasi oleh masing-masing program studi di UNAIR yang sedang bersiap maju ke panggung internasional.
Diskusi interaktif tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab taktis mengenai manajemen risiko selama proses visitasi dan komitmen kedua institusi untuk terus menjalin jejaring demi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.