Bayang-Bayang Asap Rokok dan Ancaman Gizi: Aksi Nyata FIK UI Mengabdi Wujudkan Budaya Sehat di Desa Binong

Diposting di:

5 Agustus 2026

Rutinitas harian yang sepenuhnya tercurah pada urusan pekerjaan dan ekonomi kerap membuat masyarakat Desa Binong, Kecamatan Pamarayan, Provinsi Banten, memprioritaskan aspek kesehatan di luar fokus utama kehidupan sehari-hari. Di balik keaktifan kader posyandu serta kokohnya koordinasi perangkat desa, tersimpan sebuah persoalan pelik yang mengakar di tengah warga. Mulai dari tantangan dalam menjaga kesehatan diri dan pemenuhan gizi seimbang serta menu pendamping asi (MPASI) bagi kelompok rentan ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, hingga paparan bahaya asap rokok serta ketidaksiapan menghadapi gigitan ular tanah, menjadi tantangan nyata yang mendesak untuk segera diselesaikan.

Menjawab kegelisahan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (BEM FIK UI) hadir membawa angin segar melalui program unggulan FIK UI Mengabdi 2026 yang berlangsung selama empat hari pada 16 hingga 19 Juli 2026. Mengusung tema “Sinergi Kolaborasi dalam Perkuat Aksi: Wujudkan Budaya Sehat dan Lindungi Generasi” serta didukung penuh oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI beserta berbagai sponsor terkemuka, sebanyak 37 panitia dan 10 volunteer terjun langsung merangkul 6 ibu hamil, 9 ibu menyusui, 10 ibu dengan balita, serta 254 siswa UPT SDN Asem dan masyarakat umum untuk mewujudkan budaya sehat yang berkelanjutan.

Gelombang intervensi bermula pada hari kedua lewat program MAMASIGAP (Materi Masa Siaga & Gizi Penuh) di kediaman Kepala Desa Binong, Ibu Iyat Suryati, di mana Bidan Ela Irianawati turun tangan meluruskan berbagai mitos keliru di masyarakat—mulai dari anggapan nanas sebagai penyebab keguguran hingga stigma miring seputar ASI pertama—serta menekankan pentingnya asupan asam folat, kalsium, dan vitamin C sejak masa kehamilan. Tak berhenti di situ, aksi kepedulian berlanjut pada hari ketiga di UPT SDN Asem melalui program SIGAP CILIK, di mana ratusan siswa diajak mengenal bahaya rokok lewat edukasi “Pahlawan Anti Asap”, mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pertolongan pertama dasar, hingga mempercantik kelas dengan pojok baca dan kreasi zine kreatif.

Rangkaian pengabdian ini akhirnya ditutup secara manis melalui program Pesta Sehat Desa Binong pada hari keempat, yang menghadirkan layanan cek kesehatan gratis bagi warga serta penyuluhan krusial mengenai penanganan gigitan ular tanah dan bahaya paparan asap rokok. Melalui sinergi erat bersama dosen dan tenaga pendidik FIK UI pada tahap persiapan (pra-aksi), para donatur, dan warga setempat, kehadiran mahasiswa FIK UI ini tidak hanya sekadar membagikan bantuan, melainkan meninggalkan pengetahuan esensial agar Desa Binong mampu bertransformasi menjadi kawasan yang mandiri, tanggap darurat, dan peduli kesehatan secara paripurna.

Bagikan artikel ini:

id_ID