Dalam upaya merespons cepatnya transformasi digital dan dinamika kebutuhan pelayanan kesehatan, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) FIK UI berkolaborasi dengan STAND Indonesia menggelar kegiatan strategis bertajuk “Workshop Penyusunan Proposal Riset Inovasi Keperawatan”.
Kegiatan berskala intensif ini dilangsungkan secara hybrid, berpusat di Gedung Pendidikan dan Laboratorium FIK UI, Depok, sekaligus difasilitasi secara daring melalui platform Zoom Meeting dan saluran streaming YouTube.
Mengusung tema besar “Penguatan Kapasitas Riset Inovasi melalui Pemanfaatan Teknologi Berbasis Budaya dan Evidence”, workshop ini dirancang khusus untuk memfasilitasi mahasiswa pascasarjana kesehatan. Fokus utamanya adalah membekali para akademisi dan ners muda dengan sejumlah kemampuan krusial, mulai dari penyusunan proposal inovasi pra-inkubasi, penetapan skema hibah berdasarkan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT), validasi masalah hingga pembuatan Minimum Viable Product (MVP) dan pitch deck, hingga manajemen risiko pasca-pendanaan proyek riset.
Acara resmi dibuka dengan sambutan dari jajaran pimpinan tertinggi fakultas, termasuk Dekan FIK UI, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS, FISQua, CHAE., serta Manajer Riset, Pengmas, Publikasi, Kemahasiswaan, dan Hubungan Alumni FIK UI, Prof. Herni Susanti, S.Kp., M.N., Ph.D. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan komitmen institusi dalam mendukung iklim riset yang berdampak tinggi (high-impact research) di lingkungan universitas.
Workshop ini menghadirkan serangkaian narasumber otoritatif yang berkompeten di bidangnya. Pada sesi awal, Prof. Herni Susanti, Ph.D mengupas tuntas strategi membangun ekosistem riset yang integratif. Sementara itu, pakar inovasi keperawatan anak, Ns. Defi Efendi, Ph.D, memaparkan materi krusial mengenai penerapan metode Design Thinking dalam kerangka pengembangan riset inovasi mahasiswa.
Tidak kalah strategis, workshop ini juga membedah peta jalan hilirisasi produk melalui paparan dari perwakilan Direktorat Inovasi & Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia (DIRBT-UI).
Selama total 7 sesi yang berjalan interaktif dari pagi hingga sore hari, peserta dibimbing langsung mengenai cara menulis proposal inovasi yang memiliki value proposition kuat dan fundable (layak didanai), pengelolaan anggaran melalui Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga manajemen monitoring dan evaluasi (Monev) proyek.
Kegiatan puncak workshop pada hari ini merupakan bagian dari rangkaian timeline ilmiah terstruktur yang telah dimulai sejak masa Call for Proposal pada 7 hingga 28 Mei 2026 lalu. Melalui luaran kegiatan ini, diharapkan dapat lahir prototipe, alat kesehatan solutif, serta model intervensi keperawatan inovatif yang siap dihilirisasi agar dapat memberikan kontribusi nyata yang luas bagi ketahanan sistem kesehatan nasional dan global.